Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Senator Leni John Latief: Angkat Kopi Bengkulu ke Panggung Dunia

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Setiap tanggal 11 Maret, bangsa Indonesia memperingati Hari Kopi Nasional. Peringatan ini menjadi momentum untuk menghargai kerja keras petani, memperkuat identitas kopi nusantara, sekaligus menegaskan peran strategis komoditas kopi dalam perekonomian nasional.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Leni Haryati John Latief mengatakan, dari sudut pandang daerah penghasil, momentum Hari Kopi Nasional yang diperingati hari ini, Rabu (11/3/2026), menjadi pengingat bahwa masa depan kopi sangat ditentukan oleh kekuatan daerah-daerah penghasilnya, termasuk Provinsi Bengkulu.

"Bengkulu ini tercatat sebagai produsen kopi terbesar kelima di Indonesia. Berdasarkan data BPS, produksi kopi dari perkebunan rakyat mencapai sekitar 61,9 ribu ton pada tahun 2020. Angka ini menunjukkan bahwa kopi bukan sekadar komoditas pertanian, melainkan salah satu penopang utama kehidupan masyarakat pedesaan di Bengkulu," kata Hj Leni Haryati John Latief.

Lulusan Magister Administrasi Publik Universitas Bengkulu ini menjelaskan, secara karakteristik, Bengkulu dikenal sebagai penghasil kopi Robusta dengan cita rasa khas yang tidak dimiliki daerah lain. Keunikan ini bahkan telah mendapatkan pengakuan resmi melalui Sertifikat Indikasi Geografis (IG).

"Keunggulan kopi Bengkulu juga ditopang oleh keberadaan klon-klon Robusta unggul lokal yang merupakan hasil seleksi petani dan penelitian para ahli. Hal ini menunjukkan bahwa potensi kopi Bengkulu tidak hanya terletak pada luas lahan dan produksi, tetapi juga pada kualitas dan kekayaan genetik yang dimiliki," ujar Hj Leni Haryati John Latief.

Mantan Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Bengkulu ini mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang telah dilakukan untuk memperkuat daya saing kopi Bengkulu melalui program unggulan “Kopi Merah Putih” yang mendorong petani untuk naik kelas dari sekadar produsen bahan mentah menjadi bagian dari rantai industri bernilai tambah.

"Program ini tidak hanya mendorong perluasan tanam, tetapi juga memanfaatkan lahan di sekitar kawasan hutan dengan pendekatan yang menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Langkah ini menunjukkan bahwa kopi dapat menjadi instrumen pembangunan yang selaras dengan prinsip keberlanjutan," tutur Hj Leni Haryati John Latief.

Pembina Forum Melayu Rembuk Bengkulu ini menilai, upaya lain yang tidak kalah penting adalah dorongan terhadap sertifikasi internasional dan penguatan standar kualitas agar kopi Bengkulu memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke pasar premium dunia sekaligus memberikan harga yang lebih layak bagi petani.

"Saya optimis pemerintah daerah akan memberikan usaha yang terbaik dalam memajukan kopi Bengkulu dengan membangun ekosistem yang kuat dari hulu hingga hilir. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, kolaborasi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat, kopi Bengkulu bukan hanya akan menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga bagian penting dari diplomasi kopi Indonesia di dunia," tutup Hj Leni Haryati John Latief. [**]