Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Pengadaan Sapi Ketahanan Pangan Desa Nanti Agung Jadi Sorotan, Diduga Mark Up

PedomanBengkulu.com, Seluma - Ketahanan pangan Desa Nanti Agung Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma, tuai sorotan. 

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat menyoroti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Nanti Agung tersebut. 

Hal ini dinilai tidak sesuai dengan hasil musyawarah desa serta diduga terjadi pembengkakan anggaran.

Hal ini disampaikan langsung oleh anggota BPD kepada pengurus BUMDes Nanti Agung. 

Mereka mempertanyakan penggunaan anggaran sekitar Rp 136 juta yang bersumber dari alokasi 20 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). 

Diketahui, dari dana yang cukup besar tersebut, BUMDes hanya memperoleh delapan ekor anak sapi. 

Anggota BPD, Sadin mengatakan, pihaknya merasa kecewa setelah mengetahui jumlah sapi yang dibeli tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang telah dialokasikan. 

Menurutnya, harga anak sapi di pasaran berkisar antara Rp 6 juta hingga Rp 7 juta per ekor. Dengan anggaran sebesar Rp 136 juta, seharusnya BUMDes dapat memperoleh lebih dari 20 ekor anak sapi.

"Kalau melihat harga anak sapi di pasaran sekitar Rp 6 juta sampai Rp 7 juta per ekor, seharusnya dengan anggaran Rp 136 juta bisa mendapatkan lebih dari 20 ekor sapi," kata Sadin. Senin 9 maret 2026.

Disisi lain, Ketua BPD Nanti Agung, Darmi Abadi. Dirinya menilai, pengadaan sapi yang dilakukan BUMDes tidak sesuai dengan kriteria yang telah disepakati dalam musyawarah desa sebelumnya.

"Pengadaan sapi yang dilakukan BUMDes ini tidak sesuai dengan yang telah dimusyawarahkan sebelumnya. Baik dari segi jumlah maupun kondisi sapi yang dibeli," tegasnya.

Sementara itu, Ketua BUMDes Nanti Agung, Riadi Israhudin saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa, delapan ekor sapi tersebut dibeli dari pihak ketiga. Dirinya menyebutkan harga pembelian sapi mencapai Rp 11,5 juta per ekor.

Lanjutnya, sapi-sapi tersebut dibeli dari peternak yang berada di wilayah Provinsi Bengkulu. Bahkan proses pengadaan dilakukan melalui pihak penyedia.

"Kami membeli sapi dari pihak ketiga dengan harga Rp 11 juta 500 ribu per ekor dari peternak sapi di wilayah Bengkulu," jelasnya.(Rrt)