PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Ramadan adalah bulan yang penuh keberkahan, rahmat, dan ampunan. Namun, di antara seluruh fase Ramadan, sepuluh malam terakhir memiliki keutamaan yang sangat istimewa. Pada malam-malam inilah umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah guna meraih kemuliaan Lailatul Qadar, malam yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
Ketua Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid Dewan Masjid Indonesia (BKMM-DMI) Provinsi Bengkulu Hj Leni Haryati John Latief mengatakan, momentum sepuluh malam terakhir Ramadan ini seharusnya tidak berlalu begitu saja tanpa upaya sungguh-sungguh dari setiap Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wata'ala.
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah memberikan teladan yang sangat jelas mengenai bagaimana menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa ketika memasuki fase ini, Rasulullah semakin memperbanyak ibadah, dan membangunkan keluarganya agar ikut menghidupkan malam dengan amal saleh," kata Hj Leni Haryati John Latief, Selasa (10/3/2026).
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia ini menjelaskan, salah satu amalan utama yang dianjurkan adalah i’tikaf, yaitu menetap di masjid dengan niat beribadah. I’tikaf menjadi sarana bagi umat Islam untuk menenangkan diri, menjauh sejenak dari hiruk-pikuk dunia, dan memfokuskan hati hanya kepada Allah Ta'ala.
"Kita juga dianjurkan memperbanyak qiyamul lail atau menghidupkan malam dengan salat sunnah seperti tahajud dan witir, disertai dzikir dan doa," ujar Hj Leni Haryati John Latief.
Perempuan berhijab kelahiran Taba Anyar ini menekankan, tak kalah penting memperbanyak tadarus Al-Qur’an. Ramadan adalah bulan turunnya Al-Qur’an, sehingga membaca, memahami, dan merenungkan maknanya menjadi cara terbaik untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah Ta'ala.
"Juga dianjurkan memperbanyak sedekah dan memperbanyak taubat serta istighfar. Rasulullah dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan, dan kedermawanannya semakin meningkat pada bulan Ramadan, khususnya di penghujung bulan suci ini," ungkap Hj Leni Haryati John Latief.
Pembina Bundo Kanduang Provinsi Bengkulu ini menambahkan, sebagai masyarakat yang religius, umat Islam di Bumi Merah Putih diharapkan dapat menjadikan sepuluh malam terakhir Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat ukhuwah, serta meningkatkan kepedulian sosial.
"Masjid-masjid hendaknya dihidupkan dengan berbagai kegiatan ibadah yang menumbuhkan semangat spiritual dan kebersamaan umat. Dan ingat, yang terpenting lagi keberhasilan Ramadan bukan hanya diukur dari berapa hari kita berpuasa, tetapi dari seberapa besar perubahan yang terjadi dalam diri kita. Sepuluh malam terakhir adalah kesempatan emas yang tidak selalu datang dua kali. Karena itu, mari kita sambut dengan kesungguhan ibadah, agar kita termasuk hamba yang memperoleh keberkahan Ramadan," tutup Hj Leni Haryati John Latief. [**]
