Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Bengkulu Bangkit Lewat Iman kepada Tuhan

PedomanBengkulu.com, Bengkulu - Di tengah beragam persoalan sosial yang kerap menghiasi ruang publik, mulai dari kenakalan remaja, retaknya rumah tangga, hingga pertikaian antarwarga, Gubernur Helmi Hasan menyampaikan satu benang merah yang menurutnya menjadi akar persoalan: lemahnya iman dan renggangnya hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Pernyataan yang disampaikan di Balai Raya Semarak pada 1 Maret 2026 itu bukan sekadar analisis sosial, melainkan ajakan reflektif. Bahwa di balik kompleksitas masalah, ada dimensi spiritual yang kerap terabaikan. Ketika hubungan dengan Tuhan melemah, relasi dengan sesama pun ikut goyah. Rumah tangga menjadi rapuh, remaja kehilangan arah, dan masyarakat mudah terpecah oleh perbedaan.

Sebagai solusi, Gubernur menggagas Retret Merah Putih, sebuah gerakan moral dan spiritual yang mendorong setiap umat beragama untuk kembali menguatkan keyakinan di rumah ibadah masing-masing. Retret ini bukan intervensi terhadap ajaran agama, melainkan fasilitasi ruang perenungan dan penguatan iman. Pemerintah, dalam hal ini, memberikan dukungan, sementara metode dan pendekatan sepenuhnya diserahkan kepada pemuka agama sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Langkah ini patut dipandang sebagai upaya membangun Bengkulu dari fondasi terdalam: hati dan iman warganya. Ketika masjid, gereja, pura, vihara, dan klenteng kembali ramai oleh ibadah dan refleksi, diharapkan lahir perubahan yang nyata. Yang tadinya gelap menjadi bercahaya. Yang kusut kembali terurai. Kenakalan berubah menjadi persahabatan. Pertengkaran menjadi perdamaian. Perpisahan menjadi persatuan.

Retret Merah Putih juga mengandung pesan kebangsaan. Ia tidak eksklusif untuk satu agama, tetapi inklusif bagi seluruh umat beragama di Provinsi Bengkulu, baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, maupun Konghucu. Semangat Merah Putih menjadi simbol persatuan dalam keberagaman, bahwa penguatan iman bukan untuk memisahkan, melainkan untuk mempererat harmoni sosial.

Tentu, upaya ini bukan jalan instan. Menguatkan iman adalah proses panjang yang memerlukan keteladanan, konsistensi, serta sinergi antara pemerintah, tokoh agama, keluarga, dan masyarakat. Namun setiap perubahan besar selalu dimulai dari kesadaran kecil yang ditumbuhkan bersama.

Pada akhirnya, harapan besar masyarakat Bengkulu terletak pada keberhasilan membangun daerah yang religius, sejahtera, dan bahagia, bukan hanya secara fisik, tetapi juga spiritual.

Kita berdoa, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menjaga, membimbing, dan menolong Helmi Hasan dalam setiap langkah pengabdiannya. Semoga diberikan kekuatan, kebijaksanaan, dan keikhlasan dalam memimpin.

Ya Allah, jadikanlah Bengkulu negeri yang Engkau limpahi keberkahan. Satukan hati para pemimpinnya, para ulama dan tokoh agamanya, serta seluruh masyarakatnya dalam kebaikan. Tumbuhkan iman yang kokoh, akhlak yang mulia, dan persaudaraan yang tulus.

Semoga cita-cita menghadirkan Bengkulu yang religius, sejahtera, dan bahagia benar-benar terwujud di bawah ridha dan pertolongan-Mu. Aamiin.