PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bengkulu resmi mengeluarkan Maklumat Nomor C-014/DP-K/II/2026 tentang menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Dalam maklumat tersebut, MUI mengajak umat Islam menyambut Ramadan dengan penuh suka cita sekaligus menegaskan sejumlah imbauan penting, mulai dari operasional rumah makan hingga pengawasan penyakit masyarakat.
Maklumat yang dikeluarkan di Bengkulu pada Ahad, 27 Syaban 1447 H atau 15 Februari 2026 M itu menekankan pentingnya menjaga kekhusyukan ibadah dan suasana religius selama bulan suci.
Ketua Umum MUI Kota Bengkulu, H. Yul Kamra, S.Ag., M.Pd., menyatakan, “Mengajak seluruh umat Islam di Kota Bengkulu untuk bergembira menyambut kedatangan Bulan Suci Ramadan 1447 H sebagai ungkapan rasa syukur karena kembali dipertemukan dengan Bulan Ramadan yang penuh rahmat dan ampunan.”
Sikapi Perbedaan Awal Ramadan dengan Bijak
MUI juga menyinggung potensi perbedaan penetapan awal Ramadan 1447 H. Dalam maklumatnya ditegaskan, “Jika terjadi perbedaan penetapan awal Ramadan 1447 H maka hendaknya dapat disikapi dengan bijak, saling menghormati dan menghargai tanpa mengurangi kekhusyukan dan kualitas pelaksanaan ibadah puasa.”
Hidupkan Sunah, Kumandangkan Dua Azan Subuh
Dalam poin lainnya, MUI mengimbau masyarakat dan pengurus masjid untuk menghidupkan tradisi membangunkan sahur secara lebih tertib dan bermakna. MUI juga menganjurkan pelaksanaan dua kali azan Subuh.
Disebutkan dalam maklumat, “Azan awal 60 (enam puluh) menit sebelum masuk waktu Subuh guna membangunkan masyarakat untuk sahur dan persiapan Subuh. Azan tsani menunjukkan masuknya waktu salat Subuh.”
Selain itu, umat Islam didorong memperbanyak ibadah seperti puasa, Qiyamul Ramadan, zakat, infak, sedekah, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta iktikaf di masjid.
Rumah Makan Diminta Tidak Beroperasi Siang Hari
Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah imbauan kepada pelaku usaha kuliner. Dalam maklumatnya, MUI menegaskan, “Pengusaha kuliner seperti rumah makan, restoran dan sejenisnya agar tidak beroperasi pada siang Ramadan sebagai bentuk memuliakan kesucian bulan Ramadan serta penghormatan kepada umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa.”
Tak hanya itu, MUI juga menyerukan pengawasan lebih intensif terhadap penyakit masyarakat.
“Mengimbau masyarakat dan aparat terkait lebih intensif mengawasi dan menindak penyakit masyarakat seperti minuman keras, prostitusi, musik, tarian erotis, mercon dan kembang api untuk menjaga ketenangan bersama dan menjaga kesucian bulan Ramadan,” demikian bunyi maklumat tersebut.
MUI turut mengajak lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan Islam, serta pengurus masjid dan musala untuk menghidupkan syiar Ramadan melalui pesantren Ramadan, kajian keislaman, ceramah, dan tausiah.
Dengan maklumat ini, MUI Kota Bengkulu berharap Ramadan 1447 H dapat berjalan khusyuk, tertib, dan semakin memperkuat identitas Bengkulu sebagai kota religius.
