Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

GPY Helmi-Mian dan Keberkahan untuk Indonesia

PedomanBengkulu.com, Bengkulu - Di tengah dinamika pembangunan dan kemajuan zaman, kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu di bawah kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Mian patut mendapat apresiasi dan dukungan luas.

Salah satu langkah monumental yang kini bergulir adalah Gerakan Peduli Yatim (GPY)—sebuah kebijakan mulia yang mewajibkan seluruh pejabat di lingkungan Pemprov Bengkulu untuk mengangkat anak yatim sebagai anak asuh.

Kebijakan ini bukan semata bentuk tanggung jawab sosial, melainkan perwujudan nyata dari nilai-nilai agama yang luhur. Menyantuni anak yatim bukan hanya ajaran moral, tetapi juga perintah langsung dari Allah subhanahu wa ta'ala, yang dalam banyak ayat Al-Qur’an dan hadis Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam menempatkan anak yatim dalam posisi istimewa.

Program ini adalah bentuk nyata dari “politik yang dirahmati”. Pejabat yang memikul tanggung jawab kekuasaan namun tetap peduli pada anak-anak yatim, sejatinya sedang membuka pintu-pintu keberkahan bagi daerah yang dipimpinnya.

Jika seluruh daerah di Indonesia mengadopsi program seperti ini, maka insyãAllah keberkahan akan diturunkan ke bumi nusantara. Menyantuni anak yatim bukan hanya ibadah personal, tetapi ikhtiar kolektif untuk mendapat ridha Ilahi dalam membangun bangsa.

Gerakan ini seharusnya membakar semangat bagi pejabat publik di daerah lain. Di tengah sorotan negatif terhadap gaya hidup hedonis sebagian elite, GPY hadir sebagai contoh bahwa kekuasaan bisa digunakan untuk menyentuh hati yang rapuh, dan bahwa pembangunan tidak harus melulu soal infrastruktur, tapi juga soal nurani dan keberpihakan pada yang lemah.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya kebijakan GPY di Bengkulu ini dijadikan model nasional. Pemerintah pusat dan daerah lain dapat menjadikannya inspirasi, sekaligus sebagai upaya menyatukan nilai spiritual dan kebijakan publik. Jika para pemimpin negeri ini mau mengangkat anak yatim sebagai bagian dari keluarga besar mereka, maka kita bisa berharap tumbuhnya generasi bangsa yang kuat, tidak hanya secara intelektual, tetapi juga secara emosional dan spiritual.

Semoga Gerakan Peduli Yatim ini terus berjalan dengan konsisten dan menjadi ikhtiar kolektif dalam menjemput keberkahan dan kebaikan bagi Indonesia yang lebih sejahtera dan berkeadaban.