Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Laga Final LCL, Bintang FC vs Bermani Jank FC Berakhir Ricuh

PedomanBengkulu.com, Lebong -
Laga final Lebong Champions league (LCL) tahun 2021, yang selama ini sangat dinantikan masyarakat Kabupaten Lebong digelar di GOR Terpusat Lebong Selatan Kamis (20/01/2022) sore berakhir dengan kericuhan. Laga final yang mempertemukan Bintang FC versus Bermani Jank FC tersebut, harus dihentikan pada babak kedua dan panitia langsung menetapkan Bintang FC sebagai Juara I LCL 2021. 

Sebelumnya permainan laga final menarik dipertontonkan, sejak  menit pertama babak pertama pemain Bintang FC berhasil membobol gawang Bermani Jank FC. Bahkan masih di babak pertama pemain Bintang FC nomor punggung 10 bernama Itong, berhasil menciptakan hatrick. Sedangkan dari Bermani Jank FC hanya bisa membuat satu goal oleh Eky. Dengan skor 3 - 1 di babak pertama memasuki menit ke 40-an, kericuhan terjadi dilapangan diwarnai aksi yang tidak terpuji. 

Bahkan kericuhan kecil yang berakibat salah satu pemain Bintang FC kepalanya bocor dan berdarah, karena suasana tidak kondusif sehingga pertandingan di babak pertama dihentikan. Bahkan Wabup Lebong Fahrurrozi yang hadir menonton sekaligus menutup secara resmi LCL 2021, terlihat nampak kecewa dan meninggalkan GOR Terpusat lebih awal.

Hampir satu jam kemudian, pertandingan kembali dilanjutkan dan wasit yang memimpin pun juga bertukar dengan wasit cadangan. Setelah memasuki babak kedua, skor masih bertahan 3-1 untuk keunggulan Bintang FC. 
Namun, lagi-lagi suasana panas baik itu dalam lapangan maupun diluar lapangan tidak bisa dihindarkan. 

Pertandingan laga final LCL kembali ricuh, antara pemain serta masuknya sejumlah penonton menambah kekacauan dalam lapangan. Bahkan anggota Polisi yang berjaga juga harus memberikan tembakan peringatan, untuk meredam kericuhan agar tidak semakin meluas. Dalam kondisi kacau akibat kericuhan yang terjadi, panitia pelaksana LCL memutuskan tidak melanjutkan pertandingan dan menetapkan Bintang FC sebagai Juara I LCL 2021.

Ketua Panitia LCL sekaligus Ketua Askab PSSI Lebong Gunawan, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lebong, dan tim yang mengikuti LCL 2021, khususnya apa yang terjadi pada laga final Bintang FC versus Bermani Jank FC. Terlepas dinamika yang terjadi saat pertandingan berlangsung, ini menjadi PR dan tantangan besar kedepan untuk membangun sepakbola di Kabupaten Lebong.

"Atas nama panitia dan pribadi saya mohon maaf atas apa yang terjadi di laga final. Atas peristiwa tersebut, akan menjadi evaluasi Askab PSSI Lebong terutama kelangsungan liga di tahun ini," ucap Gunawan.

Dilanjutkan Gunawan, kemungkinan untuk tahun 2022 ini Askab akan fokus ke usia dini dan sepakbola putri. Kemudian, terkait Piala dan hadiah karena situasi tidak memungkinkan diserahkan usai pertandingan. Maka penyerahannya kepada seluruh juara beberapa hari kedepan.

"Selamat kepada seluruh Juara LCL 2021. Semoga kedepan kita bisa lebih baik dan dewasa," singkatnya.

Sementara itu, Deby Herlambang selaku Manager tim Bintang FC dikomfirmasi PedomanBengkulu.com menyebutkan, bahwa laga final LCL tersebut menjadi pengalaman pahit  bagi Tim Bintang FC, maupun masyarakat Kabupaten Lebong pecinta Sepakbola. Bahkan dirinya menyanyangkan, kericuhan seharusnya tidak boleh terjadi jika semua pihak dapat mengontrol emosi dan mengedepankan profesionalitas untuk melahirkan bibit pemain yang berkualitas.

"Meskipun kami sebagai Juara I, tetap saja ini pengalaman pahit bagi sepakbola di Kabupaten Lebong. Semoga hal ini tidak terjadi, pemain dan official dapat lebih profesional, untuk sama-sama kita perbaiki untuk memajukan sepakbola di Kabupaten Lebong," pungkasnya. [spy]