Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Ini Penyebab Kelangkaan Pupuk Subsidi

PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong- Bertani di zaman sekarang tidak terlepas dari penggunaan pupuk kimia. Namun tak jarang petani mengalami kesulitan untuk mendapatkan pupuk untuk tanaman mereka. Salah satu penyebab petani kesulitan mendapatkan pupuk terutama pupuk bersubsidi karena masih banyak petani belum memiliki kelompok tani.

Diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Rejang Lebong Zulkarnain, untuk mendapatkan pupuk bersubsidi maka petani harus bergabung dalam kelompok tani serta serta harus menyusun Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok dan diajukan kepada pihak produsen pupuk.

"Agar bisa mendapatkan pupuk bersubsidi maka kelompok tani harus menyusun e-RDKK sesui dengan kebutuhan masing masing anggota. RDKK ini selanjutnya akan diverifikasi secara berjenjang mulai dari Kordinator penyuluh tingkat kecamatan, lalu tingkat kabupaten oleh dinas selanjutnya verifikasi oleh pejabat pusat yang menangani Penyuluhan sesuai dengan Permentan neomor 67 tahun 2016," kata Zulkarnain, Selasa (18/1/2022).

Zulkarnain menambahkan, untuk Rejang Lebong yang penduduknya 60-70 persen sebagai pentani baru sebanyak 20 persen yang tergabung dengan kelompok tani.

" Jadi kelangkaan pupuk ini sendiri sudah terjadi dari awal karena, kuota yang kita dapatkan harus sesuai dengan E-RDKK dari kelompok. Kalau petani tidak masuk kelompok sudah barang tentu tidak mengajukan RDKK. Kebutuhan yang dimasukan dalam RDKK ini sendiri harus ditebus sejak awal, dan tidak bisa digantikan oleh orang lain. Jadi ini salah satu penyebab terjadinya kelangkaan pupuk," kata Zulkarnain.

Kadis Pertanian mengimbau petani di Rejang Lebong agar bisa membentuk kelompok tani. Saat ini kelompok tani yang ada baru 1100 dengan maksimal anggota sebanyak 20-25 orang dengan luas lahan 20 hektare sedangkan jumlah petani  Rejang Lebo Diatas 100 ribu orang.

"Peran serta masyarakat untuk aktif membentuk kelompok sangat penting, kita juga melalui tenaga penyuluh lebih aktif membantu petani membentuk kelompok. Selain peran dinas, kita juga berharap banyak kepada seluruh camat dan kepala desa mengarahkan petani membentuk kelompok tani sehingga ususlan E-RDKK bisa dibuat," pungkas Zulkarnain. [Julkifli Sembiring]