Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Viral Jenazah di Probolinggo Diangkut Motor Tak Akan Terjadi di Kota Bengkulu


PedomanBengkulu.com – Jagat maya dan media massa sedang hangat membahas peristiwa pilu, jenazah diangkut menggunakan motor di Probolinggo, Jawa Timur yang terjadi Sabtu (5/6/2021).

Penyebabnya, keluarga jenazah tak mampu membayar biaya ambulance rumah sakit. Sehingga jenazah itu Sumo (60), warga Dusun Parsean, Desa Taman Sari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo terpaksa diangkut menggunakan motor roda 3 (Tossa).

Kejadian ini mendapat respon dari Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Ronny Tobing, yang prihatin dengan kejadian tersebut.
Pasalnya, kejadian itu tak akan terjadi di Kota Bengkulu yang saat ini dipimpin Walikota Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Walikota Dedy Wahyudi.

“Masyarakat Kota Bengkulu selayaknya bersyukur, karena kejadian yang terjadi di Probolinggo tidak terjadi di tempat kita. Ambulance di Kota Bengkulu gratis, tidak pandang kaya atau miskin, semua dilayani gratis,” ungkap Ronny.

Kota Bengkulu punya 39 ambulance untuk melayani warganya. Bahkan, banyak warga luar kota maupun provinsi yang berobat di Kota Bengkulu, bisa difasilitas ambulance gratis ini.
Baik itu mengantar pasien sakit, maupun warga yang meninggal dunia. “Bahkan ambulance kita sudah sampai ke Medan Sumatera Utara untuk mengantar jenazah,” kata Ronny.

Tak hanya Sumatera, ambulance Pemkot Bengkulu sudah pernah mengantar pasien ke Jawa. “Ini menyangkut kemanusiaan. Memanusiakan manusia, walaupun sudah meninggal,” tegas Ronny.

Wakil rakyat dari Partai Nasdem ini juga mengungkapkan, legislatif mendukung penuh eksekutif untuk pelayanan kesehatan.

“Kami di Banggar (badan anggaran DPRD Kota Bengkulu, terus berupaya mendukung Pemkot menyangkut masalah kemanusiaan ini,” lanjut Ronny.

Kota Bengkulu, kata Ronny, siap mengajak kabupaten kota maupun provinsi lainnya, untuk berbagi ilmu dan program yang sudah dicanangkan di Kota Bengkulu. Salah satunya ambulance gratis.

“Kita terbuka untuk berbagi program dengan daerah lain. Bisa bayangkan APBD Kota Bengkulu yang hanya Rp 1,2 triliun bisa memberi pelayanan ambulance gratis. Di Probolinggo informasinya APBD Rp 2 triliun lebih, semoga bisa membahagiakan warganya juga dengan ambulance gratis,” imbuh Ronny.
Di sisi lain, sopir ambulance gratis Pemkot Bengkulu, Rully mengaku juga prihatin dengan peristiwa di Probolinggo.

Rully merasakan betul kesedihan dan duka keluarga yang ditimpa musibah, karena ia sering mengantar pasien maupun jenazah, bahkan hingga keluar Kota Bengkulu.

“Kami berdoa, semoga daerah lain juga bisa seperti Kota Bengkulu. Saya sendiri, merasakan manfaat ambulance gratis bagi warga yang tertimpa musibah,” kata Rully.

Mahasiswa S2 yang menerjunkan dirinya menjadi sopir ambulance ini, menceritakan pengalamannya yang sudah menempuh berbagai daerah, untuk mengatar pasien sakit maupun yang meninggal dunia.

“Ya, saya pernah mengantar ke berbagai daerah di Sumatera. Tinggal Aceh yang belum. Kalau ke Medan, Riau, Padang Palembang dan lainnya, sudah pernah,” cerita Rully.

Bahkan, Rully juga pernah mengantar pasien sakit ke Kediri Jawa Timur, gratis. “Kalau ke Jawa juga sudah, bahkan ke Kediri,” tukas Rully.(AM/bro)