Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Siswa SJK Belajar Sejarah Jurnalistik

BENGKULU, PB - Sekolah Jurnalistik Kerakyatan (SJK) Pedoman Bengkulu sudah berlangsung 3 minggu. Dalam pertemuan ketiga ini, para siwa berdiskusi tentang sejarah jurnalistik.

Redaktur Pedoman Bengkulu Rudi Nurdiansyah mengatakan tujuan dari penyampaian materi ini adalah menyadarkan para peserta agar mengetahui peran utama dari pers. Dia pun mencontohkan apa yang sudah dilakukan oleh Bapak Pers Indonesia Tirto Adhi Suryo.

"Tirto ini adalah sang pemula yang melawan pembodohan yang dilakukan oleh media Belanda pada masanya. Dia menggunakan pers sebagai alat perjuangan," ungkapnya, saat menjadi pemateri pada sekolah ini, Sabtu (19/8/2017).

Hampir semua tokoh pahlawan, kata dia, menggunakan pers sebagai alat perubahan. Selain Tirto, ada Rasuna Said, Siti Sundari, Soekarno, bahkan Kartini yang berjuang menggunakan tulisan.

"Kartini juga berjuang dengan tulisan. Dia menulis tentang emansipasi yang kita ketahui hingga saat ini," sampainya.

Menurutnya, perjuangan melalui pers harus terus berlanjut di era pasca kemerdekaan seperti sekarang. Apalagi di masa demokrasi liberal ini, terjadi perang gagasan. Dimana banyak media mainstream yang hanya mengutamakan profit dalam memberitakan suatu kejadian.

"Sekarang ini banyak media yang memberitakan hoax, tugas kitalah untuk membentuk media alternatif yang meng-counter semua kebohongan tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Sekolah SJK Tedi Cahyono menyampaikan mulai minggu ini para peserta mulai masuk ke materi tentang jurnalistik. Pada minggu-minggu selanjutnya, 24 siswa akan mempelajari teknik reportase, teknik fotografi dan teknik videografi.

"Bahkan nanti mereka akan menerapkan ilmu yang sudah di dapat di kelas dengan terjun langsung melakukan peliputan berita," pungkasnya. [**]