Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Dari Istirahatlah Kata-Kata Menuju Komunitas Penyuka Film Sehat Indonesia



Film Istirahatlah Kata-Kata (IKK) akhirnya ditayangkan di Bengkulu. Adalah Rafflesia Motion, penggerak yang menghimpun para mudi-muda peminat film IKK mampu meyakinkan Studio XXI Bencoolen Mall agar memberikan ruang untuk penanyangan film kisah singkat hidup Widji Thukul, penyair yang paling dibenci oleh Orde Baru itu, Sabtu (11/3/2017). Studion XXI Bencoolen Mall setuju, asalkan yang nonton banyak.

Ahmad Runako, Kota Bengkulu

Mudi-muda peminat film IKK ini berjumlah ratusan orang yang terdiri dari pejabat tinggi negara, aktifis, jurnalis, sineas muda dan lain sebagainya. Misalnya anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Riri Damayanti John Latief. Ia memposting poster nonton film IKK itu dalam akun Instagramnya riridamayanti42 untuk menghimpun penonton. Sebelumnya, para peminat dikoordinatori oleh Robby telah menyatukan gerak koordinasi dengan membuat group Whatssapp Screening IKK di Bengkulu.

"Bagi saya pribadi, IKK telah berhasil menusuk-nusuk rasa kemanusiaan tentunya lewat puisi-puisi Widji dan kesenyapan yang berhasil diciptakan di tiap adegan. Bagian paling membekas bagi saya adalah ketika puisi Wijhi dibacakan, puisi-puisi yang menohok, puisi-puisi yang menunjukkan keadaan, puisi-puisi yang menyetak keakuan saya," kata Valentina Edellwis Edward, salah satu peserta nonton bareng IKK.

"Dan ending IKK bagi saya sungguh pas. Widji yang hilang. Entah dihilangkan atau menghilang. Terlepas dari bagaimana ekspetasi saya atas sosok Widji. Terlepas dimana IKK diputar. Terlepas dari keuntungan film, dll. IKK cukup menggambarkan bagaimana keberanian seorang Widji, istri, dan anak-anaknya. Panjang umur perjuangan!" sambung aktifis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) itu.

Tergerak agar dapat terus mendorong penayangan film-film sehat di Bengkulu, Rafflesia Motion kemudian menggagas agar group Whatssapp Screening IKK di Bengkulu bertahan, namun mengubah visinya menjadi komunitas penyuka film-film Indonesia yang sehat. Bukan untuk menjadi lembaga sensor, namun untuk membangun opini yang positif agar para penonton bioskop lebih tertarik untuk menonton film-film yang sehat yang sesuai dengan kepribadian Indonesia.

"Mungkin ini bisa jadi sebuah forum kreatif," kata Robby Fachrul Rozi, aktifis Rafflesia Motion.

Dan siapakah Widji Tukul?

Data terhimpun, Widji adalah aktifis Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat atau lazim disingkat Jaker. Jakar adalah salah satu organisasi payung Partai Rakyat Demokratik (PRD). PRD menyatakan diri sebagai partai pada pada bulan April 1996 dengan diprakarsai oleh sejumlah intelektual muda, termasuk ketua pertamanya, Budiman Sudjatmiko.

Daniel Dhakidae, Doktor lulusan Cornell University, menilai PRD sebagai kiamat politik bagi Orde Baru. Memang sejak berdiri, PRD terus menunjukkan sikap oposisi terhadap pemerintahan otoriter Orde Baru. Selain menentang model kepemimpinan Presiden Soeharto yang otoriter, PRD juga aktif memprotes keadaan sosial-ekonomi seperti kesenjangan sosial yang diakibatkan oleh kebijakan berorientasi pertumbuhan, dengan melupakan pemerataan dan distribusi yang adil. (**)