Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Desa Apoho Enggano Jadi Pusat Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 71

[caption id="attachment_32348" align="alignleft" width="300"]Ilustrasi/ Upacara HUT RI di Pulau Maratua Ilustrasi/ Upacara HUT RI di Pulau Maratua[/caption]

JAKARTA, PB - Pulau Enggano yang merupakan satu dari 92 pulau-pulau kecil terluar yang berpenduduk di Indonesia, dan secara administrasi terletak di Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, akan menjadi tempat upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 71 untuk pulau-pulau kecil terluar, pada Rabu (17 Agustus) besok.

"Enggano Jadi Pulau Wisata atau Pangkalan Militer"

Menurut Subdirektorat Pendayaguaan Pulau-Pulau Kecil Terluar, Direktorat Pendayagunaan Pulau-Pulau Kecil, Ditjen Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pelaksanaan upacara HUT Kemerdekaan RI ke 71 itu akan dipusatkan di lapangan Desa Apoho.

“Ditargetkan upacara ini akan diikuti oleh 1000 orang peserta, yang mewakili Kementerian Kelautan dan Perikanan beserta 17 Kementerian/Lembaga anggota Tim Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Pulau-pulau Kecil Terluar, Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, LSM dan masyarakat Enggano,” bunyi siaran pers Kementerian Kelautan dan Perikanan, beberapa waktu lalu.

Adapun yang akan bertindak sebagai Pasukan Pengibar Bendera adalah putra-putri Pulau Enggano, yang saat ini masih terus melakukan latihan secara intensif.

Selain upacara, pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-71 ini, juga dilaksanakan digelar penanaman vegetasi pantai (kerjasama dengan DKP Provinsi Bengkulu) pada Selasa (16/8) ini; Transplantasi Terumbu Karang (kerjasama dengan DKP Provinsi Bengkulu dan Universitas Bengkulu), Aksi Tepian Negeri (Reef Check, pendirian Rumah Baca, Pemutaran Film-film Edukasi, dan Bersih Pantai) kerjasama dengan Destructive Fishing Watch Indonesia, serta ditutup dengan perayaan Festival Enggano.

Sebelum menuju Pulau Enggano, para peserta upacara juga  mengikuti Workhsop Pengelolaan PPKT yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (15/8) kemarin, dengan mengangkat tema sesuai Instruksi Presiden Jokowi “Kerja Nyata Percepatan Pembangunan Pulau Enggano”. Workshop ini menghadirkan pembicara dari berbagai Kementerian/Lembaga teknis.

Siaran pers Subdirektorat Pendayaguaan Pulau-Pulau Kecil Terluar, Direktorat Pendayagunaan Pulau-Pulau Kecil, Ditjen Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga mengemukakan, sebagai pulau kecil yang berada di beranda Nusantara, Pulau Enggano kondisinya relatif sama dengan pulau-pulau kecil terluar lainnya di negeri ini, yang umumnya memiliki karakteristik yang khas, dan sekaligus menjadi sumber permasalahan yang membutuhkan penanganan secara terpadu dan menyeluruh.

Secara geografis Pulau-Pulau Kecil Terluar berjarak lebih dekat dengan negara tetangga, penduduk banyak yang mencari nafkah di negara tetangga, karena  lebih mudah mendapatkan pekerjaan, misalnya penduduk P. Miangas, (batas dengan Philipina). P. Sebatik (batas dgn Malaysia).

Begitu juga dengan sarana dan prasarananya, sehingga kegiatan ekonominya lebih dipengaruhi oleh kegiatan yang terjadi di wilayah tetangga.

Sebetulnya, menurut siaran pers itu, kebijakan pengelolaan pulau-pulau kecil terluar sudah ada bahkan Perpres No. 78 Tahun 2005 dibuat untuk mempercepat dan mengefektifkan pengelolaan PPKT. Namun pelaksanaanya belum sepenuhnya efektif.

Sehubungan dengan hal tersebut, Pulau Enggano dengan segala keterbatasan dan keunggulannya, memiliki prospek untuk dikembangkan dan menjadi pilar pembangunan nasional. “Sektor kelautan dan perikanan merupakan modal pembangunan yang dapat dikelola sebagai prime over pembangunan, baik skala lokal, regional maupun nasional,” bunyi siaran pers itu.

Kebutuhan yang multi aspek bagi pengelolaan pulau Enggano menuju Pulau Mandiri, menurut siaran pers KKP itu, meniscayakan hadirnya berbagai pihak untuk mendayagunakan kapasitas berdasarkan bidang kompetensi masing-masing untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pengelolaan pulau Enggano.  Koordinasi, kerjasama dan keterpaduan merupakan kunci keberhasilan pengelolaan pulau-pulau kecil terluar untuk mencapai kemandirian.

“Melalui momentum Upacara Bendera peringatan HUT-RI ke 71 di Pulau Enggano ini diharapkan menjadi pemicu percepatan pembangunan pulau Enggano sebagai pusat pertumbuhan ekonomi pulau-pulau kecil terluar dan kawasan perbatasan,” bunyi siaran pers itu. (KKP/ES)