Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Rehab Irigasi Air Nipis, Kolam Air Deras Bakal Dibongkar

IMG-20160719-WA0021BENGKULU SELATAN, PB - Dalam waktu dekat, Balai Wilayah Sungai VII akan melakukan rehabilitasi saluran irigasi Air Nipis. Secara otomatis, rehabilitasi saluran irigasi tersebut akan melakukan bongkar terhadap kolam air deras yang membendung saluran irigasi.

"Air Nipis Mengganas, Kolam Ikan Dan Pohon Kelapa Diseret Arus"

Meski demikian, bukan berarti Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan melarang keberadaan kolam ikan air deras. Namun pembuatan kolam air deras harus sesuai dengan peraturan teknis yang ada.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi. Menurut Gusnan dengan adanya pembendungan saluran irigasi tersebut mengakibatkan volume air yang digunakan untuk pengairan sawah menjadi berkurang. Di sampingg itu, pembendungan saluran irigasi Air Nipis juga memicu terjadinya banjir.

"Salah satu penyebab banjir karena saluran primer bendung Air Nipis kanan banyak dibendung warga yang punya kolam air deras. Sehingga air tidak lancar dan meluber sampai ke perumahan warga. Seperti halnya yang terjadi di Desa Darat Sawah," tandas Gusnan.

Untuk diketahui, beberapa hari yang lalu puluhan rumah milik warga desa Darat Sawah mengalami kebanjiran. Wakil Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi menyempatkan mengunjungi rumah korban banjir. Di antara korban banjir yang didatangi Wabup adalah rumah milik Mastuna, Siwi Hartati dan Darusiah.

Pada hari ini, Selasa (19/7/16) Wakil Bupati BS bersama Camat dan Bidang Perairan Dinas PU Gusnan Mulyadi kembali turun ke lokasi meninjau kembali saluran irigasi Air Nipis dan beberapa kolam air deras. Terkait dengan hal itu, Wabup meminta Kepada Bidang Perairan PU untuk membuat kajian teknis terkait solusi banjir yang ada di Desa Darat Sawah.

"Dalam waktu dekat kita juga akan mengundang Balai Sungai Wilayah VII untuk membahas masalah ini. Sebelum itu saya minta dinas PU untuk membuat kajian teknisnya" pungkas Wabup. (Apdian Utama)