Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Lima Kepentingan Dibalik Sujud dan Rukuk

Dani HamdaniBENGKULU, PB - Melaksanakan ibadah shalat merupakan kewajiban bagi setiap orang yang percaya dengan kebenaran ajaran-ajaran Muhammad - semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepadanya. Shalat disebut memiliki banyak makna yang wajib dilaksanakan, terlebih ketika seseorang sudah menginjak usia dewasa.

"Shalat ini perintahnya turun ketika Nabi Muhammad bertemu langsung dengan Allah. Ini merupakan bukti betapa penting shalat ini dalam kehidupan manusia. Dalam shalat ini diajarkan tentang kedisiplinan, ketaatan, saling menghargai," kata ustad Dani Hamdani dalam khutbahnya di Masjid Akbar At-Taqwa Kelurahan Anggut Atas, Jum'at (22/4/2016).

Ia menjelaskan, sedikitnya adalah lima kepentingan bagi manusia untuk melaksanakan shalat lima waktu. Pertama, wujud syukur kepada Allah - Mahasuci Dia dan Mahatinggi. Menurut dia, Allah telah memberikan manusia banyak rahmat dan karunia. Bila nikmat Allah itu dibayar dalam bentuk materi, tegasnya, maka manusia tidak akan mampu untuk membayarnya.

"Misalnya mata kita dibeli Rp 500 juta. Tentu kita tidak akan mau memberikannya. Allah sendiri tidak akan pernah memberikan kita tagihan rekening mata, rekening jantung, rekening ginjal dan menghitung-hitung semua rahmatnya. Untuk mensyukuri semua nikmat itu, maka shalatlah," ujar Ketua Yayasan Al Fida Bengkulu ini.

Kepentingan kedua, ustad Dani Hamdani melanjutkan, shalat merupakan amalan yang pertama kali akan dihisab di hari akhir. Ia menjelaskan, bila shalat seseorang beres, maka amalannya yang lain tidak akan ditanya dan langsung akan masuk ke dalam surga.

"Kalau sudah shalat, masih berbuat jahat, berarti shalatnya salah. Orang yang shalat tapi masih korupsi, berbuat zina, zalim, mencuri, maka dia belum shalat. Karena shalat yang sejati adalah shalat yang mampu membuat seseorang menyeru kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran," paparnya.

Kepentingan ketiga, sambung Dani, shalat merupakan pembeda antara seseorang yang tunduk patuh kepada Allah dengan orang yang tidak meyakini kebenaran Allah atau biasa disebut kafir. Namun ia mengingatkan, seseorang tidak berhak menjustifikasi atau memvonis orang lain dengan sebutan kafir karena hal tersebut merupakan hak prerogatif Allah.

"Kepentingan keempat, shalat adalah sarana untuk meminta pertolongan. Namun yang diprioritaskan adalah shalatnya dulu, baru minta tolong. Ini sudah tertulis jelas dalam Surat Al Fatihah. Sembah dulu Allah, baru minta tolong," imbuhnya.

Kemudian yang kelima sekaligus yang terakhir, ujar Dani, shalat merupakan sarana untuk membersihkan hati, pembersih jiwa. Ia menyatakan, orang yang paling beruntung di dunia adalah orang yang selalu sukses membersihkan jiwanya. Menurut dia, setiap orang terlahir dalam keadaan suci atau tidak ada orang yang terlahir jahat.

"Allah hanya akan menerima kita dalam keadaan suci. Kalau kita pulang belum suci, dibakar dulu di api neraka. Untuk dosa harian, bersihkan dengan shalat lima waktu. Kalau kita mau cari teman yang tidak punya dosa, maka kita tidak akan pernah punya teman. Tapi ingat, Allah Mahatahu shalat kita. Allah tahu apakah shalat kita itu khusyuk, atau tidak khusyuk," ucapnya.

"Kalau dengan shalat penyucian diri itu masih kurang, maka Allah yang menyayangi kita, memberikan kita kesempatan untuk membersihkannya lagi dengan puasa. Mudah-mudahan kita bertemu dengan bulan ramadan nanti," demikian ustad Dani mengakhiri khutbahnya seraya menutupnya dengan doa. [RN]