Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Demi RSUD Kota, Walikota Batalkan Pembangunan Kantornya

Helmi Hasan Wawancara IBENGKULU, PB - Rencana pembangunan Kantor Walikota Bengkulu dibatalkan. Proyek yang sebenarnya telah mulai digarap pada tahun 2015 itu dibatalkan oleh Wali Kota Helmi Hasan sendiri. Alih-alih membangun kantor baru, Helmi memilih untuk menempati sejumlah kantor yang ada.

Baca juga : Kantor Wali Kota Menunggu Inkrah

"Skala prioritas kita adalah pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bengkulu. Kantor Walikota sendiri kita tetap akan pindah di Komplek Perkantoran Bentiring tapi kita ambil beberapa alternatif. Misalnya Kantor Bappeda dan Dinas PU," kata Helmi kepada jurnalis, Rabu (20/4/2016).

Bila pada tahun 2017 ia telah menempati Kantor Bappeda atau Dinas PU Kota Bengkulu, Helmi melanjutkan, maka sebagai pengganti Pemerintah Kota akan mendirikan kantor baru untuk salah satu diantara keduanya namun dengan konsep yang lebih sederhana.

"Kalau ada yang lama kenapa harus buat yang baru. Kita ingin prioritas anggaran pemerintahan itu lebih banyak menyentuh langsung pada kepentingan publik seperti pengembangan Puskesmas dan yang lainnya," ujar Helmi.

Helmi memberikan apresiasi atas kesediaan Ketua MPR RI dan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti meninjau langsung rumah sakit pertama milik Pemerintah Kota ini. Ia berharap, kunjungan tersebut berbuah positif dengan adanya bantuan dari Pemerintah Pusat untuk pengembangan rumah sakit ini.

"Barusan tadi saya sudah minta Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Kota Bengkulu untuk menyiapkan proposal pengajuan agar jelas apa kebutuhan yang kita perlukan untuk pengembangan rumah sakit ini ke depan. Kalau bisa bukan hanya pusat dan provinsi. Tapi juga pihak swasta. Sesuai Undang-undang kan 2,5 persen setiap usaha harus memberikan CSR (Cost Social Responsibility)," ungkapnya.

Ia menambahkan, pengembangan RSUD Kota Bengkulu sebagai rumah sakit khusus penyakit jantung atau trauma center merupakan program jangka panjang. Pasalnya, kebutuhan pengembangan seperti itu membutuhkan prasyarat yang tidak sedikit. Apa yang bisa dikerjakan dalam waktu dekat, tekan Helmi, adalah memperbaiki kondisi fisik RSUD, menambah alat-alat yang berkualitas dan memberikan pelayanan yang prima.

"Saya sudah minta kepada Direktur RSUD, pintu masuk harus ada yang menjaga. Sama seperti hotel berbintang. Kalau ada pasien yang masuk disambut dengan hangat. Dilayani dengan baik hingga masuk ke ruangan," sampainya.

Terpisah, Direktur RSUD Kota Bengkulu, dr Lista Cerlyviera, mengungkapkan, wacana pergantian nama RSUD Kota Bengkulu menjadi Rumah Sakit Fatmawati benar adanya. Hanya saja, katanya, pergantian nama ini membutuhkan proses administratif yang cukup panjang.

"Kalau secara aturan, tidak boleh rumah sakit itu memiliki nama yang sama. Di Jakarta sudah ada Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati. Nama Fatmawati tetap bisa kita gunakan tapi mungkin ditambahkan dengan nama suaminya. Sehingga namanya Rumah Sakit Fatmawati Sukarno," demikian dr Lista. [RN]