Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Raskin Tak Layak Konsumsi Kembali Ditemukan di Pino Raya

12834485_1059430317455822_899127903_nBENGKULU SELATAN, PB - Peredaran beras untuk warga miskin (Raskin) yang berkutu, berulat dan tidak layak konsumsi di wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan terus bertambah. Jika sebelumnya ditemukan di Kecamatan Bungamas, kali ini warga kembali menemukan kejadian serupa di Desa Nanjungan Kecamatan Pino Raya. Di desa ini ditemukan sebanyak lima karung raskin. Hanya saja karena penerima raskin sudah membayar sehingga mereka tetap mengambilnya.

Baca juga: Sedih, Warga Miskin Terima Bantuan Beras Ulatan

“ Di Desa kami juga ditemukan ada lima karung raskin tidak layak konsumsi, kalau memang bisa ditukar, nanti akan saya sampaikan pada warga agar dikembalikan ke gudang bulog," ujar Arisman Kepala Dusun Nanjungan, Desa Nanjungan Kecamatan Pino Raya.

Atas banyak ditemukannya raskin yang tidak layak konsumsi itu, pihak Badan Urusan Logistik (Bulog) Manna siap bertanggung jawab. Untuk itu, Bulog Manna siap mengganti beras yang dinilai rusak atau tidak layak konsumsi itu.

Sebagaimana diungkapkan Kepala Gudang Bulog Manna Andi Mualni. Atas kejadian itu, menurutnya pihak Bulog Manna mohon maaf kepada pemerintah dan masyarakat Bengkulu Selatan.

" Kami mohon maaf, bukan sengaja membagikan raskin rusak, kami benar-benar tidak tahu, kalau ada yang menerima raskin rusak, sampaikan pada kami dan kami siap menggantinya," kata Andi.

Dirinya menduga kalau beras yang rusak tersebut merupakan beras stok lama tahun 2015 lalu yang belum sempat dibagikan kepada warga. Kebetulan beras itulah yang terbawa ke Desa Talang Indah Kecamatan Bungamas.

"Setelah mendapat informasi itu, kami langsung ke lapangan yakni ke desa Talang Indah dan juga Gindo Suli Bunga Mas. Kami juga koordinasi ke kantor Camat bunga Mas. Saya sudah sampaikan kepada camat dan juga warga penerima raskin jika ada yang tidak layak konsumsi, agar diserahkan ke pihak bulog, maka langsung akan kami ganti dengan yang baru. Untuk sementara ini hanya dua desa itu saja di BS yang menerima raskin tidak layak konsumsi, sedangkan desa dan kecamatan lain belum ada laporan," tandasnya. (Apdian Utama)