Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Pertanyakan Listrik Sering Padam, Dewan BS Sambangi PLN

12834630_1056619587736895_241288169_n 10525024_1056619664403554_739532273_n

BENGKULU SELATAN, PB - Akhir-akhir ini sangat banyak keluhan masyarakat Bengkulu Selatan terhadap pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Alasannya, karena listrik di wilayah Bengkulu Selatan sering padam. Terlebih lagi saat memasuki bulan April mendatang akan digelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang tentunya sangat tergantung dengan listrik. Untuk itu, Kamis (10/3/2016) rombongan anggota DPRD Bengkulu Selatan menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) Ke Gardu Interkoneksi di Desa Padang Lebar Kecamatan Pino.

Baca juga: Minta Listrik Tidak Mati, Dikpora Bakal Surati PLN dan Listrik Sering Padam, Wabup Kunjungi PLN

Rombonngan anggota DPRD tersebut langsung dipimpin oleh Ketua DPRD Bengkulu Selatan Yevri Sudianto. Ikut serta pula Wakil Ketua II Yunadi, Ketua Komisi III Faizal Mardianto, Wakil ketua komisi III Dodi Martian, Sekretaris komisi III Yadera Suid dan anggota komisi III Gunadi Yunir, Hatta Endrita, Isurman, Dahun Rosyadi, Isurman dan Kumrin. Saat melakukan sidak, rombongan dewan ditemui Supervisor gardu interkoneksi Arthur.

"Sengaja kami datang ke sini untuk mempertanyakan dan berkoordinasi tentang permasalahan listrik yang sering mati akhir-akhir ini. Karena sudah banyak keluhan masyarakat yang masuk ke Dewan," tanya Yevri Sudianto dan anggota dewan lainnya.

Mendengar pertanyaan itu Supervisor Gardu interkoneksi Arthur menjelaskan bahwa sering matinya listrik diakibatkan supply daya listrik yang masuk ke wilayah Bengkulu Selatan berkurang dari biasanya.

"Kalau instalasinya di Bengkulu Selatan ini siap, cuma supply daya yang masuk terkadang kurang. Yang mensupply dan membagi berapa daya yang masuk ke suatu daerah merupakan wewenang dari P3B Sumatera yang berkantor di Pekan Baru, Riau. Seluruh listrik se-Sumatera pembagian supply dayanya di sana. Misalkan ada pembangkit yang rusak, itukan pasti ada wilayah-wilayah yang akan dikurangi dayanya. Yang mengaturnya P3B," jelas Arthur.

Sementara itu Ketua Komisi III Faizal Mardianto meminta kepada PLN agar tidak diskriminatif dalam mensupply daya.

"Jangan wilayah yang anak tiri dan anak emas. Dalam artian, giliran ada kerusakan dan kekurangan daya, jangan cuma dibebankan pada wilayah Bengkulu Selatan saja. Tapi wilayah lain juga harus dikurangi," terang Faizal Mardianto.

Untuk menindaklajuti hasil Sidak tersebut, Ketua DPRD berencana akan berkunjung ke P3B Pekan Baru Riau untuk berkoordinasi terkait defisit daya listrik di Bengkulu Selatan. (Apdian Utama/Bis)