Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Helmi Hasan Tolak Masuk Bursa Ketua DPW PAN 2016-2021

Helmi Hasan PANBENGKULU, PB - Menyusul kepulangan Wali Kota Helmi Hasan ke Kota Bengkulu, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Bengkulu bakal menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil). Sebagai incumbent, Helmi menolak untuk kembali menduduki posisi sebagai Ketua DPW.

Baca juga : Bursa DPW PAN, Kader Masih Inginkan Helmi Hasan

"Kemarin saya dipanggil pengurus. Ditanya, gimana? Saya bilang, komitmen saya cukup satu periode. Dan hari ini abang saya menjabat sebagai Ketua Umum PAN. Akan lucu kalau kakaknya Ketua Umum adiknya menjadi Ketua DPD. Ini bukan pembelajaran politik yang bagus," kata Helmi saat diwawancarai jurnalis di Balai Kota Bengkulu, Minggu (21/2/2016).

Helmi menilai, ada waktunya manusia untuk berhenti, ada waktunya manusia berjalan maju. Ia menyatakan, ia sudah cukup memimpin DPW PAN Bengkulu selama lima tahun terakhir. Ia berharap orang yang akan menggantikannya jauh lebih berkualitas.

Baca juga : Rohidin Siap Ramaikan Bursa Ketua DPW PAN

"Ada waktunya kita duduk dan ada waktunya kita berdiri. Jangan sampai ketika kita harus duduk, kita berdiri. Waktu harusnya berdiri kita malah duduk. Jangan waktunya harus tidur kita tidak tidur. Yang ingin berkuasa banyak. Makanya bagi saya satu periode memimpin DPW PAN sudah cukup," tuturnya.

Helmi memegang falsafah biarkan seribu bunga mekar bersama. Menurutnya, sebuah taman akan lebih menarik dipandang bila kaya akan warna dan jenis. Falsafah yang sama ia nyatakan terhadap kemungkinan ia maju sebagai Wali Kota Bengkulu periode 2018-2023.

"Ibarat taman ada warni-warni. Berikan kesempatan kepada yang lain. Kalau semua seragam tidak bagus. Biar rakyat yang menentukan. Misal lima tahun Helmi Hasan memimpin kota. Begini lho rasanya. Zaman Bang Ken ada rasanya. Zaman Bang Chalik ada rasanya. Nanti pada 2018 ada juga rasa yang lain agar kita puas," ungkapnya

Helmi menambahkan, rakyat pasti mengatahui apa yang terbaik untuk Kota Bengkulu pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, bilamana rakyat Kota Bengkulu menilai bahwa kepemimpinannya selama lima tahun buruk, maka ia akan menyudahi kekuasaannya dalam memimpin kota yang menjadi tanah kelahiran Fatmawati Soekarno ini.

"Ada filosofi, kalau kita memimpin dengan baik, pasti sesuatu yang tidak baik akan terjadi. Kalau toh ini tidak baik, jangan ketidakbaikan itu menyebar kemana-mana. Bayangkan kalau sepuluh tahun kita memimpin tidak baik, maka dosanya pasti banyak sekali. Kalau lima tahun ini tidak baik, cukup lima tahun ini saja. Kalau lima tahun ini baik, maka lima tahun ke depan, yang lain juga harus berbuat baik. Berikan kesempatan kepada yang lain untuk berbuat baik. Biar rakyat sendiri yang menilainya," tutup Helmi. [RN]