Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Biaya Sewa Mahal, Pedagang Hijrah

20160216_144442

BENGKULU, PB - Harga sewa kios di Pasar Barukoto terbilang melangit, padahal kondisi di pasar tersebut hanya ramai di hari libur, hari raya dan upacara tabot. Akibatnya banyak pedagang yang memilih keluar.

Baca juga: Revitalisasi Pasar Dimulai dari Barukoto dan Revitalisasi Pasar Tuai Pro dan Kontra serta Revitalisasi Barukoto, Pedagang Ogah Direlokasi

Para pedagang merasakan fasilitas pasar tersebut tidak layak, mulai dari jalanan yang berlubang, atap bangunan yang bocor, toilet yang rusak, drainase yang tidak berfungsi, dinding yang terkelupas hingga genangan air dikala hujan turun.

Salah satu pedagang pakaian, Linda (44) mengeluhkan minimnya fasilitas di pasar tersebut. "Sekarang daya beli masyarakat menurun, apalagi janji renovasi dari pemerintah belum terealisasi," kata Linda, Selasa (16/2/2016).

Senada dengan itu, pengusaha servis elektronik, Uda (40) juga merasa miris. Ia mengatakan sejak pasar ini berdiri tahun 1984 hingga kini belum pernah direnovasi. Padahal, lokasi pasarnya sangat startegis di jantung kota, dekat wisata Benteng Marlborough dan View Tower.

"Setelah zaman Gubernur Suprapto terdahulu, hingga kini belum pernah ada lagi perhatian dari pemerintah, tetapi bayar sewanya terus mahal. Akibatnya para pembeli enggan berbelanja kesini ," ujarnya.

Mengenai penarikan sewa petak yang dianggap mahal, ia mersakan cukup memberatkan bagi para pedagang. Sambungnya, Pemerintah Kota Bengkulu beralasan biaya sewa tersebut nantinya digunakan buat biaya perbaikan atap pasar yang bocor.

"Biaya sewa petak bica mencapai Rp 180 ribu. Kondisi ini cukup memberatkan kami. Apalagi omzet kami terus menurun karena pembeli yang datang semakin berkurang. Sehingga banyak rekan-rekan pedagang kami pindah jualan ke pasar lain yang lebih representatif," terangnya.

Ia pun berharap Pemerintah Kota Bengkulu segera melakukan renovasi terhadap bangunan pasar tersebut sehingga nilai omset para pedagang semakin meningkat. "Untuk saat ini, saya berharap agar segera diperbaiki atap-atap yang bocor dan drainase air agar para pembeli kembali tertarik berbelanja di pasar ini," tutupnya. [Theo Jati Kesumo]