Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Festival Bengkulu Tempo Doeloe Butuh Rencana Matang

[caption id="attachment_11447" align="alignleft" width="300"]IST - Wali Kota Helmi Hasan saat bersama warga Lembak memainkan syarofal anam, salah satu warisan kesenian Bengkulu tempo doeloe IST/Wali Kota Helmi Hasan saat bersama warga Lembak memainkan syarofal anam, salah satu warisan kesenian Bengkulu tempo doeloe[/caption]

BENGKULU, PB - Festival Bengkulu Tempo Doeloe yang direncanakan akan dihelat pada akhir bulan Februari 2016 mendatang mendapatkan sambutan hangat dari Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Provinsi Bengkulu.

Baca juga: Festival Bengkulu Tempo Doeloe Digelar Akhir Februari

"Tapi harus digelar dengan perencanaan yang matang. Jangan seperti festival-festival yang diselenggarakan sebelum-sebelumnya oleh provinsi. Kesannya asal jadi," kata Wakil Ketua BPD PHRI Provinsi Bengkulu, Solihin Andan, Minggu (10/1/2016).

Menurut dia, persiapan demi persiapan festival tersebut harusnya dapat disosialisasikan dengan baik kepada publik agar publik dapat berpartisipasi secara aktif. Semua pihak yang terkait, kata Solihin, hendaknya dapat melakukan kerja-kerja yang jelas dan terukur.

"Festival-festival yang sering kita adakan hanya mampu menyedot wisatawan dari provinsi-provinsi tetangga, belum mampu menyedot wisatawan nasional dari daerah-daerah timur, apalagi mancanegara. Festival Bengkulu Tempo Doeloe harus mengevaluasi ini," ujarnya.

Solihin tidak menampik bahwa terjadi peningkatan kunjungan ke hotel di Bengkulu tahun 2015 lebih dari tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja, sambungnya, sebagai daerah yang memiliki destinasi wisata yang komplit baik dari segi alam, sejarah dan budaya, harusnya kunjungan mancanegara ke Bengkulu dapat jauh lebih besar lagi.

"Saya kira kuncinya hanya pada koordinasi. Tantangannya adalah bagaimana membuat seluruh elemen masyarakat bersinergi untuk mensukseskan kegiatan tersebut. Kalau kegiatan ini sukses, kunjungan ke Bengkulu meningkat, uang masuk semakin banyak dan akhirnya masyarakat sejahtera," kata Solihin.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Diparekraf) Kota Bengkulu, Tony Elfian, menyambut baik masukan tersebut. Saat ini, Tony terus melakukan silaturahmi kepada komunitas-komunitas kesenian yang ada di Kota Bengkulu agar dapat ikut serta menampilkan atraksi-atraksi kesenian mereka.

"Beberapa sanggar sudah coba kita hubungi untuk menggelar atraksi di beberapa titik destinasi wisata yang kita miliki. Tapi sentralnya tetap di Kampung Cina. Semua persiapan terus kita matangkan," demikian Tony. [RN]