PedomanBengkulu.com, Bengkulu - Posisi tangan yang keliru saat mengendarai sepeda motor dapat membuat otot cepat tegang dan mengurangi keluwesan pengendara saat mengoperasikan gas maupun rem. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi mengganggu kendali, terutama ketika harus merespons perubahan situasi di jalan.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Bengkulu, Noval Yunaidi, mengingatkan pengendara untuk memperhatikan cara memegang setang agar tetap rileks tanpa mengabaikan kendali sepeda motor.
Salah satu kesalahan yang kerap terjadi adalah menggenggam setang terlalu kuat. Kebiasaan ini dapat memicu ketegangan pada tangan, pergelangan, dan bahu. Siku yang terlalu lurus juga membuat lengan lebih sulit membantu meredam getaran dan guncangan jalan.
Selain itu, pergelangan tangan yang terlalu menekuk dapat menambah ketegangan serta mengurangi keleluasaan saat mengoperasikan gas dan rem.
Untuk menghindari kesalahan tersebut, pengendara perlu menerapkan posisi tangan yang tepat saat berkendara:
- Genggam setang dengan mantap, tetapi jangan terlalu kuat hingga tangan menjadi kaku.
- Pertahankan siku sedikit menekuk agar lengan lebih rileks dan mampu membantu meredam guncangan.
- Jaga pergelangan tangan tetap alami, sehingga pengoperasian gas dan rem tidak terhambat.
- Pastikan kedua tangan tetap pada setang selama berkendara untuk mempertahankan kendali sepeda motor.
Posisi tangan yang tepat membantu pengendara mengoperasikan sepeda motor dengan lebih leluasa. Namun, keselamatan tetap bergantung pada kewaspadaan, kondisi fisik, kecepatan yang sesuai, dan kemampuan mengantisipasi situasi lalu lintas.
Astra Motor Bengkulu mengajak pengendara untuk membiasakan prinsip #Cari_Aman dalam setiap perjalanan. Perhatikan postur tubuh, gunakan perlengkapan berkendara yang sesuai, dan selalu utamakan keselamatan saat berada di jalan.
