Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Pasokan Timur Tengah Stabil, Harga Minyak Melandai

 

PedomanBengkulu.com -  Harga minyak turun dari level tertinggi dalam lima bulan terakhir ketika para pelaku pasar menimbang kembali eskalasi pertempuran di Timur Tengah dan indikasi bahwa pasokan dari kawasan tersebut masih bertahan mendekati level sebelum perang.

Minyak mentah Brent diperdagangkan di bawah US$109 per barel setelah melonjak hampir 4% pada Jumat, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran US$101. Di Timur Tengah, sebuah helikopter Arab Saudi jatuh di dekat perbatasan Yaman. Kelompok Houthi juga menyerang Yanbu, pusat ekspor penting, sementara badan operasi maritim Inggris melaporkan dua kapal tanker terkena serangan di Teluk Persia.

Meski demikian, pasokan energi tampaknya masih dapat keluar dari kawasan kaya energi tersebut. Amerika Serikat (AS) mengatakan pada akhir pekan bahwa pasukannya membantu mengawal pengiriman lebih dari 100 juta barel minyak melalui Selat Hormuz selama sepekan sebelumnya.

Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan global, telah melonjak hampir 80% sepanjang tahun ini seiring meluasnya permusuhan di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina yang kembali memicu kekhawatiran terhadap pasokan. Pasar fisik masih menunjukkan ketatnya pasokan, sementara harga produk olahan seperti solar melonjak lebih tajam. Kondisi ini menambah tekanan inflasi dan membebani perekonomian global.

Brent berada di antara meningkatnya risiko geopolitik dan bertambahnya aliran minyak dari Timur Tengah, kata June Goh, analis senior pasar minyak di Sparta Commodities. Ia memperkirakan harga acuan tersebut akan bergerak dalam kisaran terbatas di sekitar US$100 per barel. “Pasar tampaknya enggan menerima harga yang lebih tinggi ketika kondisi perekonomian secara keseluruhan tidak terlihat cerah,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dirinya telah menyepakati kesepakatan ekspor solar dengan Rusia dan menunda penerapan sanksi tambahan demi mempertahankan perundingan damai dengan Ukraina. Anggota parlemen AS pada Jumat mengajukan rancangan undang-undang untuk memblokir kesepakatan tersebut, yang juga telah dikritik oleh sejumlah anggota Partai Republik. Moskow dan Kyiv juga saling melancarkan serangan balasan terhadap infrastruktur energi.

“Serangan yang semakin intensif terhadap infrastruktur energi dan kapal-kapal mengikis harapan akan pemulihan aliran minyak yang berkelanjutan,” kata Jorge Leon, kepala analisis geopolitik di Rystad Energy. “Pasar semakin memperhitungkan kemungkinan gangguan yang berlangsung lebih lama, dengan risiko harga yang cenderung mengarah ke kenaikan.”

Harga:

Harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman Desember turun 1% menjadi US$108,74 per barel pada pukul 07.09 waktu Singapura.
Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman November turun 0,4% menjadi US$101 per barel.
- Kontrak berjangka November akan berakhir pada Selasa. Kontrak Desember yang lebih aktif diperdagangkan turun 0,8% menjadi US$98,20 per barel.


Sumber: www.bloombergtechnoz.com