PedomanBengkulu.com, Jakarta Timur — Pengurus Pusat Persatuan Perempuan Provinsi Bengkulu (P3B) masa bakti 2026–2031 resmi dilantik pada Minggu, 11 Oktober 2026, di Luxury Inn Arion Hotel, Jakarta Timur. Pelantikan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bengkulu.
Diah Nurhadini dipercaya sebagai Ketua Umum P3B periode 2026–2031, dengan Maya Miranda Ambarsari sebagai Ketua Dewan Pembina. Organisasi ini diprakarsai Mawarti Anwar Duramin, yang mencatat sejarah berdiri sejak 1968 dan dihidupkan kembali pada 2025.
Dewan Pembina P3B, Hj Leni Haryati John Latief, mengajak perempuan Bengkulu untuk bersatu dan berkontribusi dalam pembangunan daerah, termasuk melalui penguatan ekonomi keluarga, pendidikan, kesehatan, dan peningkatan keterampilan masyarakat.
Bagi P3B, pelantikan bukan sekadar pergantian kepengurusan atau seremoni organisasi. Momentum ini menjadi titik awal untuk memperkuat peran perempuan dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan Bengkulu.
Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu ini menyoroti keterwakilan perempuan yang dinilai masih terbatas dalam kepemimpinan eksekutif di Provinsi Bengkulu, baik pada tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. Padahal, partisipasi perempuan dalam pemerintahan merupakan salah satu ruang penting untuk memastikan berbagai kebutuhan masyarakat turut mendapat perhatian.
Di ranah legislatif, keterlibatan perempuan Bengkulu telah menunjukkan perkembangan, salah satunya melalui kehadiran senator perempuan di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Namun, menurutnya, kemajuan tersebut perlu terus diperluas agar perempuan tidak hanya berperan sebagai penerima kebijakan, tetapi juga terlibat aktif dalam merumuskan dan menjalankan pembangunan.
Program kerja P3B periode 2026–2031 mencakup pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pelatihan keterampilan bagi perempuan. Selain itu, organisasi ini mendorong peningkatan kualitas pendidikan, edukasi pencegahan perundungan, perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan, serta peningkatan keterlibatan perempuan dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah.
“Harapan kami, dengan adanya P3B ini, perempuan ikut andil dalam membangun Provinsi Bengkulu, baik dari sisi ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun keterampilan,” ujar Hj Leni Haryati John Latief.
Menurut dia, keberadaan anggota P3B yang sebagian berdomisili di Jakarta justru dapat menjadi kekuatan tersendiri. Pengalaman, pengetahuan, dan jaringan yang mereka bangun selama berada di perantauan berpeluang dimanfaatkan untuk mendukung kemajuan daerah asal.
Dalam sambutannya, ia menyebut tingkat kemiskinan Bengkulu turun dari 8,88 persen pada 2025 menjadi 8,83 persen pada 2026. Meski terdapat penurunan, ia berharap upaya pengentasan kemiskinan terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan untuk hidup lebih sejahtera.
“Harapan kita semuanya, mudah-mudahan Bengkulu terlepas dari kemiskinan. Perempuan yang ada di P3B bisa bersatu dan bangkit untuk membangun Bengkulu,” kata Hj Leni Haryati John Latief.
Ia berharap kepengurusan P3B periode 2026–2031 tidak berhenti pada penyusunan program di atas kertas, tetapi mampu menerjemahkan kebersamaan menjadi langkah konkret yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Dengan bergandengan tangan dan bersatu padu, apa pun bisa kita lakukan dan tempuh. Walaupun ada hambatan, dengan kepercayaan, keikhlasan, dan semangat, Bengkulu bisa maju,” pungkas Hj Leni Haryati John Latief. [**]
