PedomanBengkulu.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi pertama Jumat (16/10) di zona merah, dengan penurunan tajam 10,76% atau 630,78 poin ke 5.233.
Penurunan ini bahkan lebih dalam dari awal sesi, yang mencapai 8,01% menyusul pengumuman terbaru dari pengelola indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI). Atas penurunan dalam ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan trading halt selama 30 menit di pembukaan perdagangan.
Nilai transaksi di pasar saham Indonesia mencapai Rp17,33 triliun, melibatkan perdagangan 38,69 miliar lembar saham. Sementara frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,35 juta kali.
Seluruh indeks sektoral juga turun, dengan penurunan paling dalam pada sektor basic materials yang mencapai 12,96% dan energi 12,21%. Sebanyak 809 saham mencatat penurunan harga, sementara hanya 15 saham yang menguat dan 3 lainnya stagnan.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, mengatakan penurunan IHSG kali ini sejalan dengan target ideal dari pola Head and Shoulders di 5.400, yang mulai terbentuk sejak pertengahan Juli 2026.
“Jika koreksi berlanjut dan close di bawah 5.300, menjadi konfirmasi strong bearish dengan target terdekat 5.000,” jelas Alrich, dalam catatan yang disampaikan kepada investor pada sesi pertama Jumat, serta menekankan agar investor tetap wait and see.
Tekanan Jual Asing
Menghadapi pelemahan IHSG pada sesi pertama, aksi jual investor asing kembali mendominasi. Berdasarkan data yang disampaikan Stockbit Sekuritas Digital, investor asing mencatatkan net sell atau penjualan bersih sebesar Rp2,92 triliun.
Namun berdasarkan volume, investor asing mencatatkan net buy atau pembelian bersih sebanyk 4,15 miliar lembar saham.
Berikut ini rincian Top 5 Net Foreign Buy dan Net Foreign Sell pada sesi pertama Jumat (16/10):
Top 5 Net Foreign Buy
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) – Rp97,72 miliar
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) – Rp54,44 miliar
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) – Rp35,47 miliar
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) – Rp30,06 miliar
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) – Rp27,99 miliar
Top 5 Net Foreign Sell
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp1.980 miliar
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) – Rp630,97 miliar
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) –Rp485,08 miliar
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) – Rp113,97 miliar
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) –Rp55,08 miliar
Sumber: www.idnfinancials.com
