PedomanBengkulu.com, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, merespons isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk di jantung pariwisata Indonesia, Bali.
Dalam paparannya usai mengikuti rapat terbatas di Istana Negara pada Rabu (14/10), Bahlil mengaku adanya gangguan distribusi BBM ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Namun Bahlil mengaku sudah berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero), untuk menangani gangguan distribusi BBM di Bali. “Pak Simon sudah di sana, pak Dirut Pertamina. Karena kita tahu bahwa pemerintah adalah regulator, implementasi itu semua adalah BUMN dalam hal ini Pertamina,” kata Bahlil.
Ia juga mengaku akan terus berkoordinasi dengan Pertamina dalam menangani kelangkaan BBM, agar segera terselesaikan. “24 jam akan selesai,” imbuhnya.
Sementara itu pasokan BBM Indonesia saat ini, kata Bahlil, tidak mengalami kendala dan tetap pada level aman. “Kalau stok nasional itu kita di angka 16 sampai 18 hari. Jadi masih clear, enggak ada masalah,” jelasnya.
Di luar situasi kelangkaan, Bahlil juga menegaskan bahwa harga jual BBM subsidi tidak akan mengalami perubahan. Namun ke depan, kata dia, penentuan harga BBM nonsubsidi akan tetap mengikuti perkembangan minyak mentah dunia.
Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, kelangkaan BBM dilaporkan terjadi di Bali pada awal pekan ini. Sebanyak 14 SPBU terdampak kekurangan pasokan BBM, namun gubernur Bali mengaku pasokan dalam kondisi aman.
Namun hingga Kamis (15/5) pagi, sejumlah daerah juga dilaporkan mengalami kelangkaan BBM. Mulai dari Kalimantan Barat, Sulawesi, hingga Sumatera.
PT Pertamina Patra Niaga, anak usaha Pertamina yang mendistribusikan BBM, mengaku telah mengoptimalkan pengiriman ke Bali. Dengan meningkatkan jam operasi terminal selama 24 jam, serta menambah armada tangki pengiriman BBM.
Sumber: www.idnfinancials.com
