Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Perintah Presiden, Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi tak Naik Sampai Akhir Tahun

 

PedomanBengkulu.com, JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun. Kepastian tersebut merupakan perintah Presiden Prabowo Subianto kepada jajarannya.

Bahlil mengatakan pemerintah juga memastikan ketersediaan cadangan BBM tetap berada pada standar minimal untuk menjaga keamanan pasokan. Cadangan BBM saat ini dijaga pada kisaran 18 hingga 21 hari.

"Yang terpenting sekarang adalah pemerintah memastikan cadangan BBM kita itu ada pada standar minimal, 18 sampai dengan 21 hari. Yang kedua, harga minyak subsidi sampai dengan akhir tahun tidak akan ada kenaikan. Udah, itu deal, itu perintah Pak Presiden Prabowo," kata Menteri ESDM, di Jakarta, dikutip Kamis (24/9/2026).

Bahlil menyampaikan kepastian tersebut di tengah pembahasan mengenai pergerakan harga BBM non-subsidi yang mengikuti perkembangan harga minyak global. Menurut dia, harga BBM non-subsidi dapat mengalami penyesuaian apabila harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) bergerak naik maupun turun.

"Kalau harga minyak non-subsidi itu akan mengikuti harga pasar. Kalau harga pasar globalnya itu ICP-nya naik, otomatis dia akan naik. Tapi kalau harga ICP-nya turun, pasti juga dia akan lakukan koreksi," ujar tokoh yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini.


Di sisi lain, Bahlil mengimbau masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik untuk menggunakan BBM non-subsidi. Menurut dia, penggunaan BBM subsidi oleh masyarakat yang mampu dapat mengurangi porsi BBM yang seharusnya diterima masyarakat yang berhak.

Menteri ESDM juga menyoroti temuan kendaraan berkapasitas besar yang menggunakan BBM subsidi di Makassar. Dia menyebut terdapat mobil Pajero yang tangkinya diisi hingga 700 liter dan mengingatkan agar BBM subsidi tidak disalahgunakan.

"Janganlah, kasihan itu kan saudara-saudara kita yang berhak menerimanya yang kita ambil," kata Bahlil.

Menteri ESDM menegaskan penyalahgunaan BBM subsidi juga dapat terjadi ketika BBM tersebut kembali dijual oleh pihak yang mengambilnya. Kondisi demikian membuat subsidi yang semestinya dinikmati masyarakat yang berhak justru beralih kepada pihak lain.

Bahlil Minta Orang Mampu tak Serobot Jatah BBM Subsidi
Bahlil juga meminta masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi untuk tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Menurut dia, BBM subsidi semestinya digunakan oleh masyarakat yang memang berhak menerimanya.

Bahlil mengatakan penggunaan BBM subsidi oleh masyarakat mampu dapat mengurangi porsi yang seharusnya diterima kelompok masyarakat membutuhkan. Dia juga menyoroti praktik pengambilan BBM subsidi dalam jumlah besar yang kemudian berpotensi dijual kembali.

"Saya mengimbau kepada saudara-saudara saya, saya mengimbau terus ini yang mampu, yang pendapatannya bagus, ekonominya menengah ke atas, mobilnya bagus, ya janganlah pakai BBM subsidi," kata Menteri ESDM.

Bahlil mencontohkan temuan kendaraan Mitsubishi Pajero di Makassar yang disebut mengisi BBM subsidi hingga 700 liter. Dia meminta masyarakat menggunakan BBM sesuai kemampuan ekonomi dan tidak mengambil hak masyarakat yang membutuhkan subsidi.

"Di Makassar itu kan polisi menemukan ada mobil Pajero diisi tangkinya di dalam sampai 700 liter kan? Ya cobalah kita pakai perasaanlah," ujar tokoh yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini.

Menurut Bahlil, penggunaan BBM subsidi oleh masyarakat mampu menyebabkan terjadinya pergeseran atau shifting konsumsi BBM subsidi. Kondisi tersebut semakin bermasalah apabila BBM subsidi yang diperoleh kemudian dijual kembali.

"Memang terjadi shifting, gimana nggak shifting kalau mobil bagus begitu aja diisi pakai minyak subsidi habis itu dijual lagi? Ya kasihan itu kan saudara-saudara kita yang berhak menerimanya yang kita ambil," tuturnya.

Bahlil memastikan pemerintah tetap menjaga ketersediaan cadangan BBM pada standar minimal 18 hingga 21 hari. Di sisi lain, harga BBM subsidi dipastikan tidak mengalami kenaikan hingga akhir tahun sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah terus mendorong penggunaan BBM subsidi agar lebih tepat sasaran sehingga manfaatnya diterima masyarakat yang menjadi sasaran subsidi. Menteri ESDM mengingatkan masyarakat mampu untuk menggunakan BBM non-subsidi sesuai kemampuan ekonominya.


Sumber: ekonomi.republika.co.id