Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Doa Orang Tua Antarkan Ubed Jadi Penentu Emas Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games

 

PedomanBengkulu.com, JAKARTA -- Skor menunjukkan 16-20. Empat angka memisahkan Moh Zaki Ubaidillah alias Ubed dari kehilangan gim pertama. Di seberang net, Weng Hong Yang hanya membutuhkan satu poin lagi untuk merebut gim pertama dan membuat China semakin dekat dengan gelar juara.

Namun, Ubed tak menyerah. Satu demi satu angka direbut. Empat angka beruntun membuat kedudukan menjadi 20-20. Tekanan berpindah. Ubed mengambil poin berikutnya dan merebut gim pertama dengan kedudukan 23-21 pada laga di  Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang.

“Saya berusaha lebih tenang. Alhamdulillah bisa membalikkan keadaan,” kata Ubed.

Momen ini terjadi di final beregu putra bulu tangkis Asian Games 2026, Kamis (24/9/2026) malam. Indonesia awalnya tertinggal 0-2 setelah Jonatan Christie kalah dari Shi Yu Qi, disusul tumbangnya Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dari Liang Wei Keng/Wang Chang.

Emas tampak akan lepas dari genggaman. Namun Alwi Farhan menariknya sedikit lebih dekat dengan mengalahkan Li Shi Feng. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin membuatnya semakin dekat dengan menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Emas kembali di depan mata. Harapan ada di pundak Ubed untuk mewujudkannya. Ia sudah pernah melewati serupa. Ia sukses menyumbang poin penentu pada laga terakhir dalam kemenangan 3-2 atas Malaysia di perempat final. Namun, kali ini tekanannya jauh berlipat. Duel berlangsung di partai puncak dengan lawan jauh lebih tangguh, yakni China.

Namun kegigihan dan mental baja yang ditunjukkan saat merebut gim pertama seolah pertanda emas itu akan menjadi milik Indonesia. Ubed memberikan harapan yang jelas, menunjukkan bahwa ia bisa menaklukkan tekanan demi emas pertama Kontingen Merah Putih di Asian Games 2026.

Setelah memenangkan gim pertama, Ubed memasuki gim kedua dengan kepercayaan diri tinggi. Ia langsung memimpin 3-0 dan terus menjaga keunggulan hingga interval 11-5. Weng mencoba mengejar, tetapi Ubed tidak lagi memberi kesempatan bagi lawannya untuk mengulang tekanan gim pertama.

Pukulan demi pukulan akhirnya membawa Ubed menuju angka 21. Sebuah smas menyilang yang tak kembali membuat gim kedua berakhir dengan 21-13. Pertandingan pun selesai. Indonesia menang 3-2 atas China dan emas pertama pun diraih.

Ubed seperti batu karang saat beraksi di lapangan. Namun, nyatanya ia tetap manusia biasa. Ia juga tegang sebelum pertandingan. Sesaat sebelum bertanding, ia menelepon orang tuanya untuk meminta doa agar perjuangannya dimudahkan.

“Perasaannya campur aduk, yang pasti senang karena dari awal saya sudah sempat tegang juga. Sebelum main sempat telepon orang tua meminta doa,” ujarnya.

Perjuangannya menjadi lebih ringan karena Ubed tidak merasa sendirian. Dukungan rekan-rekan dan seluruh tim di belakang lapangan menguatkannya dalam momen-momen krusial.

“Support teman-teman dan tim di belakang sangat membantu untuk meredakan ketegangan. Saya terus berusaha, ingin memberikan yang terbaik dan tidak mau mengecewakan tim sama semua yang sudah mendukung,” kata dia.

Ubed bukan cuma tidak mengecewakan tim, ia membuat seluruh Indonesia bangga. Selamat Ubed, selamat tim bulu tangkis Indonesia!


Sumber: news.republika.co.id