PedomanBengkulu.com, Bengkulu- Pemerintah Kota Bengkulu menunjukkan kepedulian terhadap warga yang membutuhkan dengan mengunjungi sekaligus menyerahkan bantuan kepada keluarga Dadang Purnawan, seorang buruh harian, dan istrinya, Mustika Jumiati, warga Jalan Korpri 10 RT 14 RW 3, Kelurahan Bentiring, Kecamatan Muara Bangkahulu, Jumat (25/9/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan setelah Pemkot Bengkulu menerima informasi mengenai kondisi putra pasangan tersebut, Raffi Devano Anugerah, yang masih bayi dan lahir secara prematur sehingga membutuhkan perhatian terhadap pertumbuhan dan kesehatannya.
Mewakili Wali Kota Benqkulu Dedy Wahyudi, Staf Ahli Wali Kota Benqkulu Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Eddy Apriyanto, hadir bersama Kepala Dinas Sosial Afriyenita, Kepala Dinas Kesehatan Nelli Hartati, Camat Muara Bangkahulu serta Lurah Bentirinq.
Dalam kunjungan tersebut, Pemkot Bengkulu menyerahkan bantuan berupa sembako, susu bayi, perlengkapan bayi serta bantuan uang tunai sebesar Rp1 juta yang berasal dari donatur.
Eddy Apriyanto mengatakan, informasi mengenai kondisi keluarga tersebut sebelumnya diterima dari warga. Pemikot kemudian langsung berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah untuk memastikan kondisi keluarga dan bayi tersebut.
*Kemarin kami mendapat informasi dari warga bahwa ada warga kita di Bentiring yang anaknya kondisinya kurang bagus pertumbuhannya. Kemudian kami koordinasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, lurah dan camat. Kemarin sore teman-teman langsung ke rumah ini untuk mengecek informasi yang kami dapatkan, * ujar Eddy.
Menurutnya, kunjungan lanjutan dilakukan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Bengkulu kepada masyarakat.
"Hari ini kita dari Pemerintah Kota Bengkulu hadir kembali untuk memberikan bantuan berupa semibako, susu dan titipan dari orang baik berupa uang tunai Rp1 juta," katanya.
Eddy juga meminta jajaran Dinas Kesehatan, puskesmas dan kelurahan untuk terus memantau kondisi Raffi agar pertumbuhannya dapat semakin membaik.
Kami berharap nanti ibu Kepala Puskesmas, ibu luruh dan ibu Kadis Kesehatan, tolong dipantau terus anak kita ini supaya nanti pertumbuhannya semakin membaik," pesannya.
la juga meminta pihak kelurahan terus memantau kondisi keluarga tersebut. Jika terdapat kebutuhan atau keluhan lainnya, masyarakat diminta segera menyampaikannya kepada pemerintah.
Kami pesan kepada Bu Lurah, warga kita ini dipantau terus. Kalau ada keluhan-keluhan, silakan sampaikan kepada kita apa yang diperlukan,” lanjut Eddy.
Eddy sekaligus mengajak masyarakat Kota Bengkulu untuk ikut peduli terhadap kondisi warga di lingkungan masing-masing. Menurutnya, informasi dari masyarakat sangat penting agar pemerintah dapat segera memberikan respons terhadap warga yang membutunkan bantuan.
"Kalau ada warga kita yang mengalami nasib kurang baik, contohnya seperti ini, atau misalnya rumahnya kurang layak, tolong diinformasikan kepada pemerintah," ujarnya.
Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu Afriyenita mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan bentuk respons cepat pemerintah setelah menerima informasi mengenai kondisi keluarga tersebut.
"Bantuan yang kita serahkan tadi ada susu bayi dan sembako. Alhamdulillah pada hari ini, setelah respons kasus kemarin kami mendapat informasi dari Pak Staf Ahli, langsung kami respons hari ini dan menyampaikan bantuan secara bersama-sama," kata Afriyenita.
Selain sembako dan susu bayi, Dinas Sosial juga menyerahkan perlengkapan bayi. Pihaknya turut mengupayakan dukungan dari pihak lain melalui donatur.
Tadi ada sembako, ada susu untuk anaknya, ada perlengkapan bayi dan kami mencarikan donatur. Alhamdulillah tadi kami mendapat donatur dari owner Khatulistiwa, Ibu Lina, sebesar Rp1 juta,"jelasnya.
Dinkes Ingatkan Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Nelli Hartati menjelaskan bahwa bayi prematur merupakan bayi yang lahir sebelum waktunya. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terjadi selama masa kehamilan.
"Dari kondisi ini bayi prematur, artinya belum waktunya lahir sudah lahir. Ini sebenarnya bisa diantisipasi dengan cara melakukan pemeriksaan kehamilan sehingga bisa ditemukan secara dini dan dipersiapkan agar nanti bisa lahir secara normal," jelas Nelli.
Ia mengimbau seluruh masyarakat Kota Bengkulu, khususnya warga Kelurahan Bentiring, agar rutin memanfaatkan layanan posyandu dan puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kehamilan.
Menurutnya, pemeriksaan secara rutin memungkinkan tenaga kesehatan memantau kondisi ibu dan janin sejak masa kehamilan hingga proses persalinan.
Kami berharap kepada seluruh warga Kota Bengkulu untuk memanfaatkan posyandu di wilayahnya masing-masing dan memanfaatkan puskesmas. Kita punya 20 puskesmas, tolong lakukan pemeriksaan kehamilan, karena di situ akan ada pemantauan terhadap ibu dan bayi supaya sehat sampai melahirkan, " ungkapnya
Nelli menambahkan, kelahiran prematur dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi psikologis, masalah gizi, kondisi sosial hingga aktivitas ibu selama masa kehamilan.
Selain itu, faktor usia ibu, jumlah kehamilan dan jarak antar-kehamilan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.
*Ada tekanan tertentu, misalnya secara psikologis, kemudian masalah gizi dan masalah sosial. Itu banyak yang memengaruhi tumbuh kembang bayi selama di dalam kandungan. Termasuk juga kondisi ibu yang biasanya sangat lelah bekerja, itu juga bisa menyebabkan bayinya lahir sebelum waktunya,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi kehamilan, termasuk risiko kehamilan pada usia terlalu muda maupun terlalu tua, jumlah kehamilan yang terlalu banyak serta jarak kehamilan yang terlalu rapat.
Melalui kunjungan tersebut, Pemkot Bengkulu berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan kebutuhan keluarga Dadang dan Mustika, sekaligus memastikan Raffi mendapatkan perhatian kesehatan secara berkelanjutan.