PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan saat sepeda motor melaju di jalan. Cara pengendara naik dan turun dari motor pun menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Kesalahan kecil pada tahap tersebut dapat membuat motor kehilangan keseimbangan, bergerak tiba-tiba, bahkan berisiko mengenai pengendara maupun orang lain di sekitar.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Bengkulu, Noval Yunaidi, mengatakan teknik naik dan turun sepeda motor yang benar perlu menjadi kebiasaan setiap pengendara.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Kompetisi Regional dan Bootcamp Road to #Cari_Aman Academy 2026, Rabu (23/9/2026).
Menurut Noval, langkah pertama sebelum naik atau turun dari motor adalah memastikan kondisi sekitar aman. Pengendara disarankan menoleh ke belakang dan melihat area di sekitar sepeda motor untuk memastikan tidak ada kendaraan maupun orang yang berada terlalu dekat.
“Naik turun sepeda motor masih dianggap hal sepele oleh pengendara. Namun demikian jika dilakukan dengan cara yang salah bisa menimbulkan risikonya besar, khususnya bila pengendara tidak mengetahui teknik tersebut,” kata Noval.
Saat berdiri di sisi kiri sepeda motor, pengendara juga disarankan tidak menempelkan badan atau pinggul ke motor. Berikan jarak sekitar satu kepalan tangan atau 10-15 sentimeter agar tubuh lebih leluasa menjaga keseimbangan.
Sebelum menaiki atau menurunkan motor, tangan kanan juga perlu menekan rem depan. Tujuannya memastikan motor tidak bergerak secara tiba-tiba ketika pengendara melakukan perpindahan posisi.
Teknik naik motor berbeda berdasarkan jenisnya
Noval menjelaskan, teknik naik dan turun juga perlu disesuaikan dengan karakter sepeda motor. Pengendara tidak bisa menerapkan satu cara untuk semua tipe motor.
Pada motor sport dan cub, kaki kanan diangkat dan disilangkan ke sisi kanan motor. Setelah itu, kaki kanan langsung ditempatkan pada footstep dan menginjak rem belakang.
Sementara pada motor skutik, kaki kanan juga diangkat dan disilangkan ke sisi kanan motor. Pengendara tidak disarankan mengayunkan kaki melalui bagian tengah motor karena dapat mengganggu keseimbangan.
Adapun bagi sepeda motor yang menggunakan box belakang, tekniknya perlu lebih diperhatikan. Kaki kanan dilipat dengan memegang bagian tulang kering, kemudian diangkat dan disilangkan ke sisi kanan motor agar tidak mengenai box. Setelah itu, kaki kanan ditempatkan pada footstep dan menginjak rem belakang.
Selain posisi kaki, tangan juga harus tetap berada pada kemudi. Pengereman dapat dilakukan menggunakan empat jari agar motor tetap stabil dan tidak bergerak maju atau mundur secara tiba-tiba.
Teknik tersebut menjadi semakin penting ketika motor berada di jalan menanjak maupun menurun.
Teknik menggunakan standar juga perlu diperhatikan
Keselamatan tidak berhenti setelah pengendara turun dari motor. Penggunaan standar samping maupun standar tengah juga perlu dilakukan dengan teknik yang tepat.
Untuk side stand, standar samping dapat dinaikkan menggunakan kaki yang lebih lemah, sementara kaki terkuat digunakan untuk menjaga dan menahan posisi sepeda motor agar tetap seimbang.
Sementara untuk main stand, pengendara dapat menurunkannya dengan mendorong ke depan menggunakan tangan kanan. Teknik lainnya dapat dilakukan dari atas motor dengan menarik ke belakang kemudian mendorong sekuat mungkin ke depan sambil melakukan pengereman depan.
Berbagai teknik tersebut, menurut Noval, merupakan bagian dari kebiasaan berkendara aman yang perlu dibangun sejak awal.
“Tetap #Cari_Aman saat berkendara, dimulai dari saat naik dan turun sepeda motor,” ujarnya.


