Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Air Mata Berganti Haru, Warga Pengantungan Sambut Pembangunan Kembali Rumah yang Hangus

 

PedomanBengkulu.com, Bengkulu- Beberapa waktu lalu, Kelurahan Pengantungan hanya menyisakan pemandangan pilu. Kepulan asap, puing-puing hitam yang menghangus, dan air mata dari warga yang kehilangan segalanya dalam semalam.

Namun, suasana duka itu kini berganti. Bunyi riuh ketukan semen dan peletakan batu pertama menjadi penanda bahwa harapan baru bagi para korban kebakaran telah dimulai, membawa senyum yang sempat hilang kembali ke wajah mereka.

Bagi Catur dan warga terdampak lainnya, musibah kebakaran hebat yang melanda pemukiman mereka beberapa waktu lalu adalah mimpi buruk yang nyata.

Kehilangan tempat tinggal dalam sekejap mata sempat membuat mereka merasa berdiri sendiri di tengah ketidakpastian. Namun, kehadiran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) lainnya, menjadi penopang di kala mereka terjatuh.

Saat ditemui di lokasi pembangunan kembali rumahnya, Catur Agus tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukurnya. Bantuan gotong royong yang mengalir deras membuat beban berat di pundaknya terasa jauh lebih ringan.

"Senang, alhamdulillah dapat bantuan. Terima kasih," ungkap Catur Agus dengan suara yang bergetar menahan haru saat diwawancarai di lokasi kegiatan, Kamis sore (24/9/26).

Rasa syukur yang sama juga memancar dari wajah Anelisa. Hadir mewakili suaminya, Khairul Rahman, perempuan ini berdiri menyaksikan awal mula rumah mereka akan dibangun kembali dari dasar.

Baginya, kepedulian yang ditunjukkan oleh jajaran pemerintah dan masyarakat bukan sekadar bantuan material, melainkan suntikan semangat untuk kembali menata masa depan yang sempat abu.

Dengan mata berkaca-kaca, Anelisa menyampaikan apresiasi yang mendalam atas gerak cepat dan kepedulian yang diberikan kepada keluarganya.

"Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi dan Kota Bengkulu telah membantu kami, terkhusus Pak Gubernur dan Walikota," tutur Anelisa dengan tulus.

Acara peletakan batu pertama ini bukan sekadar ceremonial konstruksi fisik semata, melainkan sebuah pesan kuat tentang kemanusiaan dan gotong royong.

Di atas tanah Pengantungan yang sempat hangus, kini sebuah harapan baru ditanam. Warga tidak lagi menanggung duka sendirian, sebab seluruh elemen bergerak bersama untuk memastikan mereka bisa kembali pulang ke rumah yang layak dan aman.