Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Walikota Dorong HIPKA Jadi Wadah Inkubasi Bisnis dan Pencetak Pengusaha Muda

 

PedomanBengkulu.com, Bengkulu- Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Provinsi Bengkulu sukses menggelar agenda besar berupa Forum Bisnis dan Pelantikan Pengurus Badan Pengurus Wilayah (BPW) HIPKA Bengkulu pada Sabtu (1/8/26).

Berlangsung khidmat di Hotel Santika Bengkulu, acara ini menjadi tonggak penting penguatan ekosistem kewirausahaan lokal yang dihadiri oleh jajaran tokoh nasional, kepala daerah, akademisi, hingga pimpinan sektor perbankan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Forum Bisnis pada pukul 15.30 WIB yang mengusung tema “Akselerasi Investasi dan Penguatan Ekosistem Bisnis Bengkulu, Kolaborasi HIPKA, Jaringan Alumni dan Perbankan Menuju Bengkulu Maju, Alumninya Bahagia”.

Acara kemudian mencapai puncaknya pada pukul 19.30 WIB dengan prosesi pelantikan resmi pengurus BPW HIPKA Provinsi Bengkulu periode baru oleh jajaran Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPKA.

Tidak sekadar seremoni keorganisasian, momentum ini langsung diisi dengan aksi nyata melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bank Bengkulu dengan sejumlah perusahaan strategis. Selain itu, bentuk kepedulian terhadap kader muda ditunjukkan lewat penyerahan beasiswa masing-masing sebesar Rp1.000.000,00 kepada 5 orang kader HMI berprestasi yang sedang merintis usaha.

Ketua Umum BPW HIPKA Provinsi Bengkulu, H. Roni Desa, S.Sos., MM, menegaskan, kepengurusan baru ini memikul tanggung jawab besar untuk menghadirkan kontribusi riil bagi pembangunan. Ia berharap HIPKA dapat menjadi wadah yang inklusif untuk membuka peluang ekonomi baru di bumi Merah Putih.

“Pelantikan pengurus ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran HIPKA sebagai wadah pengusaha alumni KAHMI. Kami ingin mendorong investasi, memperluas jaringan usaha, serta menciptakan peluang ekonomi yang lebih besar dan nyata bagi masyarakat Bengkulu,” ujar Roni Desa dalam sambutannya.

Roni menambahkan, kehadiran tokoh-tokoh berpengalaman sengaja dibatkan demi membuka cakrawala baru bagi pengusaha lokal. “Kami ingin HIPKA menjadi jembatan kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, perbankan, dan masyarakat. Melalui sinergi yang kuat, kita berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Bengkulu yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Forum bisnis tersebut turut diisi oleh Ketua Umum BPP HIPKA yang juga Anggota DPR RI, H. Kamrussamad, Ph.D, yang memaparkan materi kunci mengenai inovasi fiskal daerah dan penguatan UMKM. Hadir pula Direktur Utama Bank Bengkulu Iswahyudi, SE., MM, Direktur Utama PT Laksita Afrizal Arifin, SE, Rektor Universitas Bengkulu Dr. Retno Agustina Ekaputri, Koorpres MW KAHMI Bengkulu Dr. Elfahmi Lubis, serta sejumlah kepala daerah seperti Bupati Bengkulu Utara Mian dan Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto.

Sementara itu, Walikota Bengkulu, Dr. H. Dedy Wahyudi, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas terbentuknya kepengurusan ini.

Dedy menyoroti suasana pelantikan yang terasa hangat layaknya sebuah reuni besar antar-alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ia menilai hadirnya HIPKA adalah jawaban atas kebutuhan wadah pencetak wirausaha baru yang selama ini didominasi oleh ruang politik.

“Dengan hadirnya HIPKA ini, memang selama ini ketika kita aktif di kampus, di HMI, di kepengurusan, terkadang lebih kental persentasenya 70% kita bergerak di politik. Tetapi hari ini dengan hadirnya HIPKA ini, ada ruang bagi teman-teman, adik-adik kita yang mungkin ingin mengasah kemampuan kewirausahaannya. Dan itu sekarang sudah ada wadahnya nih,” ungkap Walikota Dedy.

Secara khusus, Dedy juga mendorong pengurus HIPKA untuk mengaktifkan kembali konsep Pusat Inkubasi Bisnis (PINBOOK) sebagai laboratorium praktis guna melatih kemandirian ekonomi para kader, salah satunya dengan memanfaatkan peluang industri properti dan otomotif lokal yang digawangi pengurus.

Menutup arahannya, Walikota mengingatkan agar kerja sama formal yang telah disepakati malam itu tidak berhenti di atas kertas, melainkan harus segera diimplementasikan demi kemajuan ekonomi daerah.

“Acara ini luar biasa sukses, sederhana tapi mengena. Tadi langsung action MoU. Tetapi tanpa ada tindak lanjut, itu juga jadi percuma. Tetapi tadi sudah bagus, jarang-jarang saya melihat ketika pelantikan ada MoU, tinggal lagi ada tindak lanjut dari MoU tadi,” pungkas Dedy.