Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Siswi Kelas 7 Dirawat Intensif di RSUD Tais, Orang Tua Korban Menduga Akibat Keracunan MBG

PedomanBengkulu.com, Seluma - Seorang siswi MTsN 2 Seluma, Bimba Lestari (12), diduga mengalami keracunan usai menyantap program Makanan Bergizi Gratis atau MBG. Akibatnya, warga Desa Selingsingan, Kecamatan Seluma Utara ini kini menjalani perawatan intensif di RSUD Tais, Kabupaten Seluma.

Korban diduga keracunan setelah mengonsumsi paket MBG di sekolah pada Kamis, 23 Juli 2026.

Sebelum dirujuk ke RSUD, Bimba sempat ditangani bidan desa. Karena kondisinya tidak membaik, ia dibawa ke RSUD Tais untuk rawat jalan. 

Kondisi kembali memburuk. Pada Senin, 3 Agustus 2026, Bimba kembali dilarikan ke RSUD Tais untuk penanganan medis lebih serius.

Ibu korban, Linarti, menduga kuat penyebab sakit anaknya berasal dari makanan MBG. Sebab sebelum makan paket itu, anaknya tidak mengonsumsi makanan lain. Dugaan itu diperkuat hasil pemeriksaan dokter.  

"Hari Kamis itu anak saya makan MBG, kemungkinan yang menyebabkan keracunan itu dari makanan tersebut. Setelah hasil uji laboratorium terhadap sampel darah keluar, dokter menyatakan hasilnya positif keracunan makanan," jelas Linarti, Selasa 4 Agustus 2026.

Pasca makan MBG, kondisi Bimba langsung drop. Ia mengalami demam tinggi, mual, sakit kepala hebat, hingga muntah.  

"Yang dirasakan di awal itu perut mual, kepala terasa sakit, badan panas, dan sempat muntah," sambungnya.

Dari pengakuan Bimba, tidak hanya dirinya. Ada sekitar 4 teman dari kelas berbeda yang juga diduga mengalami gejala serupa setelah makan menu MBG yang sama.  

"Menurut cerita anak saya, ada empat temannya dari kelas berbeda yang diduga juga keracunan. Untuk empat orang itu mungkin sudah sembuh setelah berobat. Sementara anak saya saat ini belum membaik, kemungkinan karena kondisi fisiknya lebih lemah dibanding anak-anak yang lain," tambahnya.

Linarti menegaskan anaknya tidak memiliki riwayat penyakit kronis maupun alergi makanan. 

Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi resmi dari pihak SPPG terkait dugaan ini, namun awak media terus membuka koordinasi untuk hak jawab oleh pihak yang berkaitan. 


Penulis: Rahmat