Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Rem Mendadak Tak Terhindarkan, Pengendara Diminta Tingkatkan Antisipasi dan Jaga Jarak Aman

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Pengereman mendadak di jalan raya masih menjadi salah satu pemicu utama kecelakaan lalu lintas. Kondisi ini bisa terjadi kapan saja dalam hitungan detik tanpa peringatan, sehingga menuntut kesiapan dan kewaspadaan tinggi dari setiap pengendara.

Instruktur Safety Riding Astra Motor Bengkulu, Noval Yunaidi, menegaskan bahwa risiko dari pengereman mendadak sebenarnya dapat diminimalkan apabila pengendara memiliki kebiasaan berkendara yang benar.

“Rem mendadak itu tidak bisa kita hindari sepenuhnya, karena sangat bergantung pada situasi di jalan. Tapi yang bisa kita lakukan adalah menekan risikonya. Kuncinya ada pada antisipasi dan kebiasaan berkendara yang aman,” ujar Noval.

Menurutnya, salah satu kesalahan paling umum yang masih sering dilakukan pengendara adalah tidak menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Padahal, jarak aman merupakan ruang penting yang memberikan waktu bagi pengendara untuk bereaksi saat terjadi situasi darurat.

“Banyak pengendara merasa aman ketika berada dekat dengan kendaraan di depan, padahal justru itu berbahaya. Dengan jarak yang cukup, kita punya waktu untuk membaca situasi, bereaksi, dan mengendalikan kendaraan dengan lebih baik,” jelasnya.

Noval juga menekankan bahwa teknik pengereman memiliki peran krusial dalam mencegah kecelakaan. Ia mengingatkan agar pengendara tidak melakukan pengereman secara tiba-tiba dan kasar, karena hal tersebut dapat menyebabkan kendaraan kehilangan keseimbangan.

“Gunakan rem secara bertahap dan terkontrol. Jangan panik. Saat panik, refleks kita sering kali tidak tepat dan justru memperburuk kondisi. Tetap tenang, fokus, dan kendalikan kendaraan dengan halus,” katanya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga fokus penuh selama berkendara. Menurutnya, distraksi sekecil apa pun dapat berdampak besar terhadap keselamatan.

“Sering kali kecelakaan terjadi bukan karena kondisi jalan, tapi karena pengendaranya tidak fokus. Main ponsel, kurang memperhatikan sekitar, atau terlalu santai di jalan itu sangat berbahaya. Padahal, satu detik keterlambatan reaksi bisa berakibat fatal,” tegas Noval.

Ia juga menambahkan bahwa pengendara perlu membiasakan diri untuk membaca pergerakan lalu lintas di depan, bukan hanya kendaraan terdekat.

“Jangan hanya fokus pada satu kendaraan. Lihat lebih jauh ke depan, perhatikan pola pergerakan lalu lintas. Dengan begitu, kita bisa lebih siap jika terjadi pengereman mendadak,” tambahnya.

Kesadaran akan pentingnya menjaga jarak dan mengantisipasi situasi darurat, lanjut Noval, harus terus ditanamkan kepada seluruh pengendara. Ia mengingatkan bahwa jarak yang terlalu dekat justru meningkatkan risiko kecelakaan beruntun.

“Jarak dekat bukan berarti aman. Justru itu membuka peluang tabrakan beruntun yang bisa melibatkan banyak kendaraan. Jadi, selalu siapkan ruang aman di depan dan biasakan berkendara dengan prinsip #Cari_Aman,” pungkasnya.