PedomanBengkulu.com, Bengkulu- Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menegaskan komitmen penuh untuk mendampingi warga pasca kebakaran hebat yang melanda Kelurahan Pengantungan, Kecamatan Ratu Samban.
Selain menyalurkan bantuan resmi dari pemerintah, Pemkot Bengkulu juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat luas yang ingin mengulurkan tangan membantu para korban.
Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, menyatakan bahwa pemerintah akan memfasilitasi berbagai bentuk donasi dari masyarakat, mulai dari pakaian layak pakai hingga bantuan logistik lainnya yang bisa disalurkan langsung ke lokasi kejadian.
“Nanti kami juga akan mengerahkan untuk donasi pakaian layak pakai. Termasuk juga masyarakat Kota Bengkulu bagi yang ingin berinfak, bersedekah, ataupun memberi bantuan bentuk apapun, boleh langsung ke dapur umum sini. Ada 21 keluarga terdampak. Ini musibah, kita hadapi bersama, insya allah,” ujar Dedy saat meninjau lokasi, Rabu (12/8).
Selain memastikan kebutuhan logistik dan pangan terpenuhi melalui dapur umum, Pemkot Bengkulu juga menaruh perhatian besar pada kondisi psikologis para korban, terutama anak-anak yang mengalami syok akibat kehilangan tempat tinggal. Pemerintah daerah telah menyiapkan program pemulihan trauma (trauma healing) untuk membangkitkan kembali mental anak-anak tersebut.
Dedy menegaskan bahwa pendampingan ini akan terus berjalan secara berkelanjutan hingga situasi benar-benar kondusif dan para warga terdampak bisa kembali mandiri.
"Sampai nanti masyarakat sudah bisa mandiri betul. Tapi sebelum itu, kita akan terus buka donasi, kemudian kita juga buka dapur umum. Intinya kita, masyarakat yang berduka itu kita hibur. Kemudian kalau anak-anak juga nanti kita juga ada semacam trauma, kita membangkitkan mental anak tadi dari traumatik mereka itu. Inilah bukti pemerintah hadir di kala duka, di tengah masyarakat," tegasnya.
Di sisi lain, mengingat cuaca ekstrem dan angin kencang yang melanda wilayah Bengkulu akhir-akhir ini, Dedy mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Faktor cuaca dinilai menjadi pemicu utama mengapa api dengan sangat cepat merembet dan menghanguskan puluhan bangunan dalam waktu singkat.
“Ya, yang pertama kepada warga untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. Karena musim kemarau ini sedikit saja suasana panas, kemudian angin juga kencang. Kayak tadi, itu sebenarnya kalau tidak angin, mungkin tidak sebanyak ini. Tapi karena angin yang kuat, sehingga beberapa rumah menjadi ikut terbakar. Tidak ada cara lain, kita harus meningkatkan kewaspadaan,” pungkasnya.