PedomanBengkulu.com, Bengkulu- Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bengkulu kembali melaksanakan Pembinaan Tahap III Program Kelurahan Cinta Statistik (Kelurahan Cantik) di Kelurahan Jalan Gedang, Kecamatan Gading Cempaka, Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam memperkuat tata kelola data statistik di tingkat kelurahan sebagai landasan penyusunan kebijakan yang tepat sasaran dan berbasis bukti.
Pembinaan yang berlangsung di Kantor Lurah Jalan Gedang tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Sekretaris Daerah Kota Bengkulu yang diwakili Asisten I Setda Alex Periansyah, Bappeda Kota Bengkulu, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bengkulu, Camat Gading Cempaka, Lurah Jalan Gedang, pihak kepolisian, akademisi, Agen Statistik Kelurahan, Ketua RT, LPM, Satinmas, serta Tim Kelurahan Cantik dari BPS Kota maupun Provinsi Bengkulu.
Dalam sambutannya, Kepala BPS Kota Bengkulu lin Inayati menjelaskan bahwa Program Kelurahan Cantik (Cinta Statistik) bertujuan meningkatkan literasi statistik dan kapasitas aparatur kelurahan dalam mengelola data yang berkualitas. Data yang akurat menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan, merencanakan program pembangunan, serta menentukan intervensi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Agenda pembinaan tahap ketiga difokuskan pada finalisasi berbagai output program Kelurahan Cantik, serta pemaparan hasil survei mengenai pengelolaan sampah dan peran Satlinmas Peduli di Kelurahan Jalan Gedang.
Hasil survei menunjukkan bahwa pengelolaan sampah masih menjadi perhatian bersama. Tingkat pemilahan sampah dari sumber masih relatif rendah sehingga diperlukan penguatan budaya memilah sampah sejak dari rumah tangga.
Berdasarkan hasil tersebut, sejumlah rekomendasi disampaikan, antara lain memperkuat keberadaan bank sampah di setiap RW, menyediakan titik pengumpulan sampah organik, meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pemilahan sampah, serta memperkuat kolaborasi dengan Dinas Kebersihan untuk mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu.
Selain isu kebersihan lingkungan, pembinaan juga menyoroti peran Satlinmas Peduli sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan tangguh. Satlinmas diharapkan tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan lingkungan, tetapi juga aktif melakukan deteksi dini terhadap potensi persoalan kesehatan masyarakat, memberikan edukasi kepada warga, serta memperkuat koordinasi dalam penanganan keadaan darurat di tingkat kelurahan.
Pada tahap ini, peserta juga melakukan finalisasi berbagai output Program Kelurahan Cantik, meliputi penyusunan basis data statistik kelurahan, rencana aksi penanganan sampah berbasis RW, hingga mekanisme pemantauan dan pelaporan terpadu yang akan menjadi acuan pelaksanaan program ke depan.
Sementara itu, Asisten I Alex Perianyasah berharap, melalui Program Kelurahan Cantik, diharapkan setiap kebijakan pembangunan di tingkat kelurahan semakin didukung oleh data yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, intervensi pemerintah menjadi lebih terukur, efektif, serta mampu meningkatkan kualitas kebersihan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta diajak untuk terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, bhabinkamtibmas, mitra teknis, RT/RW, kader masyarakat, Satlinmas, dan warga dalam membangun budaya sadar data. Sebab, statistik yang berkualitas tidak hanya menjadi tanggung jawab BPS, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
