Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Sambut 1 Muharram 1448 H, Senator Leni John Latief Ajak Masyarakat Maknai Tabut sebagai Semangat Hijrah dan Pembangunan Daerah

PedomanBengkulu.com, Jakarta — Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Hj Leni Haryati John Latief, mengajak masyarakat Bengkulu menjadikan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai momentum memperkuat komitmen spiritual, sosial, dan pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan serta budaya lokal.

Senator asal Bengkulu ini mengatakan, peringatan 1 Muharram yang bertepatan dengan rangkaian tradisi Tabut memiliki makna yang sangat penting bagi masyarakat Bengkulu. Selain sebagai momentum refleksi diri, Tabut juga menjadi pengingat akan nilai-nilai perjuangan, pengorbanan, persatuan, dan keteguhan dalam menegakkan kebenaran.

"Tabut bukan hanya warisan budaya dan agenda wisata tahunan, tetapi juga mengandung pesan moral yang sangat relevan dengan semangat hijrah. Momentum ini harus dimaknai sebagai ajakan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan masyarakat yang lebih kuat," ujar Hj Leni Haryati John Latief, Senin (15/6/2026).

Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu ini menjelaskan, semangat hijrah yang terkandung dalam peringatan Tahun Baru Islam tidak sekadar dimaknai sebagai perpindahan secara fisik, melainkan perubahan menuju kehidupan yang lebih berkualitas. Karena itu, ia mengajak masyarakat melakukan muhasabah atau introspeksi diri serta meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial.

"Tradisi Tabut mengajarkan nilai keteladanan dan pengorbanan. Nilai itu harus menjadi inspirasi bagi kita untuk meninggalkan perilaku yang tidak baik, seperti ketidakjujuran, penyebaran informasi palsu, dan berbagai tindakan yang merugikan masyarakat," kata Hj Leni Haryati John Latief.

Ketua Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid Dewan Masjid Indonesia (BKMM-DMI) Provinsi Bengkulu ini menilai tradisi Tabut selama ini telah menjadi simbol kebersamaan masyarakat Bumi Merah Putih karena melibatkan berbagai elemen dalam setiap rangkaian kegiatannya. Semangat persatuan tersebut, kata dia, perlu terus dipelihara sebagai modal sosial dalam mendukung pembangunan daerah.

"Keberhasilan pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Ketika keduanya berjalan seiring dalam semangat saling mendukung dan mengingatkan dalam kebaikan, maka Bengkulu yang maju, religius, dan harmonis dapat terwujud," tutur Hj Leni Haryati John Latief.

Pembina Bundo Kanduang Provinsi Bengkulu ini berharap peringatan Tahun Baru Islam dan pelaksanaan Tabut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi mampu membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya keseimbangan antara pembangunan material, pelestarian budaya, dan penguatan spiritual.

"Tabut harus menjadi simbol transformasi dan kemajuan Bengkulu. Dengan tetap berpegang pada nilai budaya dan ajaran agama, kita optimistis dapat mewujudkan daerah yang diberkahi Allah subhanahu wa ta'ala, masyarakat yang rukun, pemerintahan yang amanah, serta pembangunan yang memberikan manfaat bagi seluruh warga," tutup Hj Leni Haryati John Latief. [**]