Menanggapi pentingnya aspek kebersihan dalam mendongkrak reputasi destinasi ini, Dinas Pariwisata Kota Bengkulu menekankan bahwa kenyamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu Nina Nurdin, mengimbau masyarakat maupun pedagang di sekitar lokasi agar disiplin dan tidak membuang sampah sembarangan. Kesadaran pengunjung dinilai menjadi kunci utama agar pesona alami Samudra Hindia ini tetap lestari dan terbebas dari kesan kumuh.
“Kita ingin memberikan kesan yang bagus bagi wisatawan. Mari kita buat para wisatawan baik lokal maupun mancanegara menikmati liburan di Pantai Panjang yang kini lebih bersih, tertib, dan nyaman,” ujar Nina. Selasa (2/5/2026)
“Oleh karena itu, kita berharap baik para pengunjung dan pedagang tetap sadar akan kebersihan. Jangan membuang sampah sembarangan, buanglah pada tempatnya,” imbuhnya.
Guna mendukung terciptanya lingkungan pariwisata yang estetik, Pemerintah Kota Bengkulu di bawah arahan Walikota Dedy Wahyudi dan Wawali Ronny PL Tobing kini gencar merealisasikan berbagai pembenahan fasilitas publik. Program penataan pesisir ini mencakup beberapa langkah strategis.
Pertama, penyediaan gazebo gratis di titik strategis seperti kawasan Pasir Putih hingga Hotel Nala untuk kenyamanan istirahat para pengunjung.
Selain itu, pembongkaran bangunan liar secara bertahap untuk digantikan dengan pondok wisata semi-permanen dengan desain yang seragam dan rapi.
Dan terpenting, Dispar menempatkan fasilitas tempat pembuangan sampah di sepanjang tepian pantai berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup.
Dengan begini, Dinas Pariwisata optimistis bahwa dengan sinergi yang kuat antara kesadaran pengunjung dan perbaikan fasilitas dari pemerintah, Pantai Panjang dapat bertransformasi menjadi destinasi liburan keluarga kelas dunia yang aman serta bebas dari pungutan liar. (**)
