Hal ini disampaikan Kepala BPS Kota Bengkulu, Iin Inayati pada kegiatan Press Release Berita Resmi Statistik (BRS) Mei 2026 di Kantor BPS Kota Bengkulu, Selasa (2/6/2026).
Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,06 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,42 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,12 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,90 persen ; kelompok transportasi sebesar 3,12 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,02 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,62 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,37 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,61 persen.
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks (deflasi), yaitu kelompok kesehatan sebesar 0,27 persen; dan kelompok pendidikan sebesar 8,31 persen.
Penyumbang utama inflasi y-on-y adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 1,75 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi, antara lain emas perhiasan, cabai merah, daging ayam ras, angkutan udara, dan ikan dencis.
Sedangkan kelompok yang memberikan andil deflasi adalah kelompok pendidikan sebesar 0,50 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi, antara lain Sekolah Menengah Atas, santan segar, bawang putih, tarif rumah sakit, dan bensin.
Penyumbang utama inflasi m-to-m adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,59 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi, antara lain cabai merah, angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, dan tomat.
Sedangkan kelompok yang memberikan andil deflasi adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,03 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi, antara lain daging ayam ras, emas perhiasan, ikan dencis, kentang, dan makanan hewan peliharaan.
Turut mengikuti Rilis BRS ini, dinas terkait, para statistisi di BPS Kota Bengkulu, serta media massa.
