PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Di balik layanan servis yang cepat dan tepat di bengkel resmi Honda, terdapat peran penting seorang Service Advisor (SA) yang kerap luput dari perhatian. Bukan sekadar penerima keluhan, SA menjadi ujung tombak dalam memastikan kebutuhan konsumen dipahami dengan akurat sebelum kendaraan ditangani teknisi.
Hal inilah yang menjadi sorotan dalam pelaksanaan Technical Skill Contest (TSC) 2026 yang digelar Astra Motor Bengkulu di Main Dealer Astra Motor Bengkulu, Rabu (24/6/2026). Ajang tahunan tersebut tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kualitas layanan agar tetap konsisten dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.
Sebanyak 12 peserta mengikuti kompetisi ini, dengan enam di antaranya merupakan Service Advisor terbaik yang telah lolos seleksi awal dari berbagai wilayah di Provinsi Bengkulu. Mereka diuji melalui serangkaian tahapan yang dirancang menyerupai kondisi nyata di bengkel.
Pada tahap awal, peserta menjalani uji teori untuk mengukur pemahaman terkait produk, layanan, serta prosedur standar Honda. Penguasaan materi ini menjadi dasar penting, mengingat SA harus mampu menjelaskan kondisi kendaraan kepada konsumen secara jelas dan mudah dipahami.
Ujian kemudian berlanjut ke sesi off vehicle melalui empat technical interview yang mencakup bidang rangka (frame), kelistrikan (electrical), mesin (engine), serta sistem bahan bakar dan general. Pada tahap ini, peserta dituntut mampu menganalisis berbagai keluhan konsumen dan mengaitkannya dengan kemungkinan sumber permasalahan pada sepeda motor.
Kemampuan analisis tersebut menjadi kunci, karena kesalahan dalam memahami keluhan dapat berdampak pada lamanya proses servis hingga ketidaktepatan penanganan.
Simulasi semakin mendekati kondisi nyata saat peserta memasuki tahap on vehicle. Dalam sesi Role Play Network Operational Standard (NOS), peserta mempraktikkan interaksi langsung dengan pelanggan, mulai dari menerima kendaraan, menggali kebutuhan, hingga menjelaskan hasil pemeriksaan.
Sementara pada sesi technical analysis, peserta diuji dalam mengidentifikasi gejala kerusakan berdasarkan informasi pelanggan dan menentukan rekomendasi penanganan yang tepat.
Kepala Bagian Technical Service Astra Motor Bengkulu, Lucky Hendrik Roberto, menegaskan bahwa kompetensi Service Advisor memiliki pengaruh besar terhadap kualitas layanan yang dirasakan konsumen.
“Service Advisor tidak hanya dituntut memiliki kemampuan komunikasi yang baik, tetapi juga harus memahami aspek teknis kendaraan. Dengan begitu mereka dapat menggali kebutuhan konsumen secara tepat dan memberikan solusi yang sesuai,” ujarnya.
Menurut Lucky, kompetensi yang baik akan membuat proses servis menjadi lebih efektif dan efisien, sekaligus meminimalkan potensi kesalahan dalam penanganan kendaraan.
Ia menambahkan, melalui Technical Skill Contest ini, Astra Motor Bengkulu ingin memastikan seluruh Service Advisor Honda terus berkembang, baik dari sisi pengetahuan teknis, kemampuan analisis, maupun keterampilan melayani pelanggan.
“Kompetisi ini menjadi sarana untuk mengukur sekaligus meningkatkan kemampuan Service Advisor. Tujuannya agar kualitas layanan Honda tetap berada pada standar terbaik dan mampu memberikan pengalaman yang memuaskan bagi konsumen,” kata Lucky.
Lebih dari sekadar ajang adu kemampuan, TSC 2026 menjadi bukti bahwa peningkatan kompetensi sumber daya manusia merupakan kunci utama dalam menjaga kepercayaan pelanggan. Bagi konsumen, hasil dari proses ini akan terasa langsung melalui layanan yang lebih cepat, tepat, dan transparan setiap kali melakukan servis di bengkel resmi Honda.
