Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Telat Ganti Oli, Mesin Bisa “Jebol” Dampaknya Nyata dan Mahal

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Menunda ganti oli bukan sekadar kebiasaan buruk, tetapi risiko nyata yang bisa berujung pada kerusakan mesin. Banyak pengendara baru menyadari pentingnya oli setelah performa motor menurun drastis bahkan saat kerusakan sudah terjadi.

Oli berfungsi sebagai pelumas, pendingin, dan pelindung komponen mesin. Ketika terlambat diganti, oli berubah kotor dan mengental, kehilangan daya lindung. Akibatnya, gesekan antar komponen meningkat tanpa kontrol.

Interval penggantian sebenarnya sudah jelas: setiap 2.500–3.000 kilometer untuk penggunaan normal, 2.000 kilometer untuk motor matik, atau maksimal dua bulan sekali meski jarang dipakai.

Begitu oli melewati masa pakai, dampaknya terjadi bertahap namun pasti:

1. Mesin overheat karena pelumasan gagal menjaga suhu

2. Tenaga drop dan tarikan berat akibat gesekan tinggi

3. BBM lebih boros karena kerja mesin tidak efisien

4. Suara mesin kasar tanda komponen mulai aus

Kerak dan lumpur oli terbentuk, menyumbat jalur pelumasan

Dalam kondisi lebih parah, mesin bisa mengalami keausan ekstrem hingga macet (jebol). Perbaikannya bukan lagi ringan—pengendara harus siap mengeluarkan biaya besar untuk turun mesin.

Kepala Bagian Spare Part Astra Motor Bengkulu, Moh. Darunnadwah Aulia, menegaskan bahwa kelalaian sederhana ini sering menjadi akar masalah.

“Kerusakan mesin paling banyak terjadi karena telat ganti oli. Saat oli sudah tidak layak, perlindungan hilang dan komponen bekerja dalam kondisi berisiko tinggi,” ujarnya.

Untuk mencegah risiko tersebut, penggunaan oli sesuai standar sangat dianjurkan. Honda Genuine Parts (HGP) menyediakan varian seperti MPX 1, MPX 2, hingga SPX 1 dan SPX 2 yang dirancang sesuai karakter mesin.

Selain itu, pengguna motor matik juga wajib memperhatikan oli gardan. Komponen ini sering diabaikan, padahal berfungsi menjaga kehalusan sistem transmisi.

Oli gardan sebaiknya diganti setiap 4.000 kilometer. Jika tidak, gejala seperti bunyi dengung, getaran, hingga penurunan akselerasi akan muncul—dan berujung pada kerusakan gear.

“Bukan hanya oli mesin, oli gardan juga menentukan kenyamanan dan ketahanan komponen. Jika diabaikan, kerusakan akan merembet,” kata Darunnadwah.

Ganti oli tepat waktu bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah dasar mencegah kerusakan besar. Mengabaikannya berarti mempertaruhkan performa dan isi dompet.