Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Cegah Banjir, Pemerintah Ajak Masyarakat Rutin Bersihkan Drainase

PedomanBengkulu.com,Bengkulu – Masyarakat Kota Bengkulu yang tinggal di lingkungan padat penduduk diminta untuk secara rutin membersihkan aliran drainase. Hal ini dilakukan demi mencegah terjadinya musibah banjir akibat saluran yang tersumbat.

Kepala DPUPR melalui Kepala bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR kota Agus Suhendra Wijaya, menjelaskan, selama ini cukup banyak upaya pemerintah mencegah banjir.

Namun, berdasarkan pemantauan banyak juga drainase di perumahan dan Permukiman yang tersumbat dan tersedimentasi, maka dari itu diharapkan partisipasi dari masyarakat untuk menjaga lingkungannya. Sehingga dapat mengurangi resiko banjir disaat curah hujan tinggi.

“Untuk menanggulangi banjir tak cukup pemerintah saja, tetapi peran serta masyarakat sangat dibutuhkan, khususnya di perumahan dan permukiman. Untuk melakukan upaya bergotongroyong dengan tidak membiarkan aliran drainase tersumbat di daerahnya masing – masing” ujar Agus.

Hingga saat ini masih banyak ditemukan saluran drainase tertutup tanah dan semak belukar. Padahal saat dibersihkan kontruksi drainase tersebut masih cukup baik.

Hal-hal seperti ini sangat disayangkan karena sebagian bencana banjir ini bukan semata-mata disebabkan luapan sungai atau Intensitas hujan yang sangat tinggi saja tetapi juga dikarenakan kondisi drainase yang masih banyak tersumbat.

“Kita harap ada semangat bergotong royong dan memeriksa jalur saluran drainase, jika ditemukan sampah bisa segera dibersihkan. Karena kalau jalur saluran itu tertutup maka air akan meluap dan pastinya menimbulkan genangan,” tuturnya. Kamis (21/5/2026).

Apabila masyarakat menemui kesulitan membersihkan karena ada dahan pohon atau benda berat lainnya yang menghambat jalur air, maka bisa menghubungi Dinas PUPR agar mendapatkan bantuan.

“Kita ada tim Unit Reaksi Cepat (URC) yang membantu masyarakat dalam mengatasi persoalan salah satunya banjir. Tetapi karena keterbatasan, kami tidak bisa memantau semua wilayah, sehingga mengharapkan adanya laporan dari masyarakat,” paparnya. (**)