
PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Astra Motor Bengkulu tak sekadar menjual sepeda motor, tetapi mulai “menjual pengalaman”. Hal itu terlihat dalam kegiatan city rolling romantis bersama pasangan pengguna Honda Scoopy yang digelar pada Minggu (17/5/2026).
Mengambil titik awal di kawasan Tepian Danau, rombongan peserta melaju santai menyusuri Jalan Pintu Air hingga melintasi Jembatan Layang (Elevated) Danau Dendam Tak Sudah, sebelum kembali ke lokasi awal. Nuansa sore yang hangat dipadukan dengan gaya berkendara kasual menciptakan pengalaman berbeda bagi para peserta.
Bukan sekadar touring biasa, kegiatan ini dirancang dengan pendekatan emosional yang kuat. Astra Motor Bengkulu membaca bahwa konsumen, khususnya pengguna Scoopy, tidak hanya mencari kendaraan, tetapi juga identitas dan gaya hidup.
PIC Community Astra Motor Bengkulu, Pranovsky Oktaryan Syahputra, menegaskan bahwa pendekatan ini menjadi strategi penting dalam membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen.
“Sekarang pendekatannya tidak bisa lagi hanya bicara produk. Konsumen ingin merasakan pengalaman. Lewat city rolling romantis ini, kami ingin menghadirkan momen yang bisa mereka ingat, bukan sekadar perjalanan biasa,” kata Pranovsky.
Ia menjelaskan, konsep romantis dipilih karena sesuai dengan karakter pengguna Honda Scoopy yang identik dengan gaya hidup stylish, santai, dan ekspresif.
“Kami melihat Scoopy itu bukan hanya kendaraan, tapi bagian dari lifestyle. Penggunanya suka tampil, suka kebersamaan, dan menikmati momen. Jadi kami kemas kegiatan ini agar relate dengan mereka—lebih personal, lebih dekat,” ujarnya.
Pranovsky juga menekankan bahwa kegiatan seperti ini menjadi cara efektif untuk memperkuat loyalitas konsumen di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
“Kalau hanya jual produk, semua brand bisa. Tapi yang membedakan adalah pengalaman yang dibangun. Ketika konsumen punya kenangan bersama brand, di situlah loyalitas terbentuk,” katanya.
Lebih jauh, ia menyebut bahwa Astra Motor Bengkulu akan terus menghadirkan kegiatan serupa dengan konsep yang lebih kreatif dan relevan dengan tren anak muda.
“Kami tidak ingin berhenti di sini. Ke depan akan lebih banyak aktivitas yang menyentuh sisi emosional konsumen, karena itu yang sekarang dicari pasar,” tutupnya.
