PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Sebanyak 55 Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) seluruh Indonesia berkumpul dalam Temu Nasional yang digelar di Hotel Truntum Padang, Sumatera Barat. Pertemuan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat implementasi sistem penjaminan mutu di lingkungan pendidikan tinggi Islam.
Fokus utama kegiatan diarahkan pada penyamaan persepsi serta penyusunan bersama Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN DIKTI). Proses ini dilakukan sesuai dengan regulasi terbaru, yakni Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025.
Tidak hanya itu, forum ini juga menghasilkan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Terpadu antar-LPM PTKIN sebagai bentuk komitmen kolektif dalam membangun sistem mutu yang lebih terintegrasi.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, peserta juga melaksanakan pengabdian kepada masyarakat berbasis mutu di Diniyah Putri Padang Panjang dan STIT Ahlu Sunnah Bukittinggi. Kegiatan ini menjadi wujud nyata penerapan nilai-nilai mutu di luar kampus.
Wakil Rektor I UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Asnaini, M.A, menilai bahwa forum nasional ini memiliki peran strategis dalam memperkuat sinergi antarperguruan tinggi.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antar-LPM menjadi fondasi penting untuk memastikan standar mutu pendidikan tinggi dapat diterapkan secara konsisten dan memberikan dampak yang terukur.
Di sisi lain, Kepala LPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Robeet Thadi, menyebut kegiatan ini sebagai momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjalankan SPMI secara optimal.
Menurutnya, implementasi SPMI harus mampu menjangkau seluruh aspek tridarma perguruan tinggi dan tidak berhenti pada pemenuhan administrasi semata.
Melalui temu nasional ini, LPM PTKIN se-Indonesia menegaskan tekad untuk terus membangun budaya mutu yang kolaboratif dan berkelanjutan guna meningkatkan daya saing serta kualitas pendidikan tinggi Islam di tingkat nasional.[ADV]

.jpeg)