PedomanBengkulu, Bengkulu – Anggota MPR RI, Hj. Dewi Coryati, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR bersama para atlet dan pelatih pencak silat di Bengkulu. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda, khususnya para pesilat yang tidak hanya berperan sebagai atlet, tetapi juga sebagai penjaga karakter dan jati diri bangsa.
Dalam pemaparannya, Dewi Coryati menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri, melainkan warisan budaya yang sarat dengan nilai moral, kedisiplinan, persatuan, dan cinta tanah air. Nilai-nilai tersebut selaras dengan Empat Pilar MPR RI, yaitu Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Saya melihat para pesilat ini bukan hanya berlatih fisik, tetapi juga membangun karakter. Karena itu, penting untuk memperkuat pemahaman kebangsaan agar mereka menjadi generasi yang tangguh, berakhlak, dan memiliki semangat persatuan,” ujar Dewi Coryati dalam kegiatan sosialisasi yang berlangsung interaktif.
Ia menambahkan, semangat sportivitas dan persaudaraan dalam pencak silat merupakan cerminan nyata dari nilai Bhinneka Tunggal Ika, di mana perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk bersatu demi Indonesia.
Melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia ini, para peserta juga diajak berdialog mengenai peran generasi muda dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Para pesilat yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka mengaku mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan latihan, masyarakat, maupun saat membawa nama daerah dalam kompetisi.
Diharapkan, melalui sosialisasi ini, para atlet pencak silat Bengkulu dapat menjadi duta-duta kebangsaan yang tidak hanya berprestasi di arena pertandingan, tetapi juga mampu menebarkan semangat persatuan, toleransi, dan cinta Tanah Air di tengah masyarakat.
