PedomanBengkulu.com, Jakarta – Ketua Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid Dewan Masjid Indonesia (BKMM-DMI) Provinsi Bengkulu, Hj Leni Haryati John Latief, mengajak umat Islam untuk memaksimalkan berbagai amalan sunnah selama bulan Sya’ban sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadhan.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia ini menjelaskan, Sya’ban memiliki keutamaan besar karena Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam banyak mengisi bulan ini dengan ibadah.
“Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam paling banyak melaksanakan puasa sunnah di bulan Sya’ban setelah Ramadhan. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa sunnah, seperti puasa Senin-Kamis maupun puasa Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 Sya’ban,” ujar Hj Leni Haryati John Latief.
Selain puasa, Perempuan berhijab kelahiran Taba Anyar 31 Oktober 1964 ini juga menekankan pentingnya meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an. Sya’ban dikenal sebagai Syahrul Qurra’ atau bulan para pembaca Al-Qur’an.
“Ini menjadi momentum untuk membiasakan diri membaca dan mentadabburi Al-Qur’an sebagai pemanasan rohani sebelum Ramadhan,” kata Hj Leni Haryati John Latief.
Ketua Majelis Taklim Perempuan Pimpinan Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Provinsi Bengkulu ini menambahkan, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam, karena perintah bersholawat sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Ahzab ayat 56 diturunkan pada bulan Sya’ban. Di samping itu, istighfar dan taubat perlu ditingkatkan, mengingat bulan ini merupakan waktu diangkatnya amal perbuatan manusia kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
Terkait malam Nisfu Sya’ban, Pembina Bundo Kanduang Provinsi Bengkulu ini mengimbau umat Islam untuk menghidupkannya dengan doa, dzikir, dan shalat malam. “Pada malam Nisfu Sya’ban, Allah subhanahu wa ta'ala membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya yang memohon ampun, kecuali bagi mereka yang menyekutukan Allah atau sedang bermusuhan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar umat Islam yang masih memiliki tanggungan puasa Ramadhan tahun lalu segera melunasinya di bulan Sya’ban. “Ini kesempatan terakhir sebelum masuk Ramadhan. Semua amalan ini merupakan latihan fisik dan spiritual agar ibadah di bulan suci nanti dapat dijalani dengan ringan dan khusyuk,” pungkas Hj Leni Haryati John Latief. [**]
