Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

50% Peredaran Narkoba Dikendalikan Dari Lapas

Kepala BNN Budi WasesoBENGKULU, PB - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso mengatakan peredaran narkoba di Indonesia semakin mengerikan. Bahkan, peredaran barang haram tersebut paling banyak dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas).

"Jaringan terbesar narkoba ini dari lapas. Kalau narkoba di Lapas ini bisa ditangani, maka 50% peredaran narkoba bisa hilang," ujarnya saat menghadiri penandatanganan pakta integritas, di Lapangan Sport Centre Bengkulu, Selasa (1/3/2016).

Baca juga: Pengguna Narkoba Capai 25 Ribu Orang

Dia menganggap peredaran narkoba ini merupakan bentuk proxy war atau perang tanpa senjata yang dilancarkan negara lain untuk merusak moral bangsa Indonesia. Karena itu dibutuhkan sinergitas antar lembaga pemerintahan untuk dan membangun komitmen semua elemen bangsa agar peredaran narkoba ini bisa dihentikan.

"Saya sudah bilang ke Pak Presiden, kalau permasalahan narkoba saat ini ditangani dengan biasa, maka 20 tahun yang akan datang kita akan lost generation," tambahnya.

Narkoba di Indonesia ini, lanjut mantan Kabareskrim tersebut, sudah menyentuh semua lini atau lapisan masyarakat. Ia berani bertaruh tidak ada satu RT pun di Indonesia ini yang bebas narkoba. Hampir semua lembaga pendidikan pun ia pastikan pasti ada oknum yang menggunakan barang haram ini.

Bahkan, kata pria yang akrab disapa Buwas ini, ada sebuah pesantren yang santri hingga kyainya mengkonsumsi narkoba. Begitu juga dengan TNI/Polri yang harusnya menjadi garda terdepan pelindung negara juga tak luput dari serangan narkotika.

"Dari usia tua sampai rendah kecuali bayi, bahkan TK itu ada," ucapnya.

Narkoba bahkan menurutnya, tidak pernah habis lantaran jaringan peredarannya tersebar luas. Tidak tanggung - tanggung jaringan terbesarnya justru berasal dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Berdasarkan hal tersebut, ia mendukung dan mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemda Bengkulu dengan menandatangani pakta integritas yang salah satu bunyinya siap untuk tidak menggunakan narkoba. Menurutnya langkah ini adalah langkah pertama yang dilakukan oleh Pemda yang ada di Indonesia.

"Saya berharap langkah ini menular ke daerah-daerah lainnya," pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti juga menegaskan dalam acara penandatanganan pakta integritas meminta kepada seluruh pejabat dapat melaksanakan tugasnya dengan secara baik dan profesional.

"Narkoba juga menjadi salah satu permasalahan utama yang ditekankan dalam penandatanganan pakta integritas. Siapapun pejabat yang terbukti melanggar janji dalam pakta integritas termasuk narkoba siap-siap di pecat," tutup Gubernur. [IC] / [Siregar]