Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Helmi Hasan Telah Tiba di Bengkulu

12746550_1001272959911216_1478636872_nBENGKULU, PB - Wali Kota Bengkulu periode jabatan 2013-2018, Helmi Hasan, telah tiba di Kota Bengkulu, Minggu (21/2/2016). Sebelumnya, Wali Kota yang khas dengan jenggotnya ini mengambil cuti di luar tanggungan negara selama empat bulan lamanya. Kekuasaan yang berada dalam genggamannya didelegasikan kepada Wakil Wali Kota Patriana Sosialinda.

Baca juga : Ridwan Mukti dan Helmi Hasan di Tanah Pembuangan Soekarno

Diwawancara jurnalis di Balai Kota Bengkulu, Helmi mengingatkan kembali komitmennya untuk membangun tanah kelahiran Fatmawati Soekarno ini. Ia menguraikan masalah harapan dan cita-cita yang ia miliki ketika maju sebagai kandidat Wali Kota.

"Sampai akhir jabatan ini saya harapkan apa yang jadi harapan kita bersama, cita-cita kita bersama, bisa terwujud. Saya tidak bisa kerja sendirian. Saya butuh dukungan semua pihak. Para honorer, PNS, TNI-Polri, media massa, LSM, para petani, nelayan, pemuda, ibu-ibu, para ustad, imam masjid, semua pihak. Kalau kita bisa bersinergi, mudah untuk mewujudkan itu. Tapi saya merasa sudah mendapatkan dukungan penuh dari semua pihak, termasuk dari pihak-pihak yang saya sebutkan tadi. Hanya tinggal upaya untuk meningkatkannya lebih baik lagi," kata Helmi.

Ia mengakui masih ada kekurangan selama ia memimpin. Namun ia berharap pengertian dari semua pihak bilamana komitmen tersebut belum semua terwujud.

"Masih banyak PR kita. Misalnya mengenai infratruktur yang menjadi janji politik saya yang paling utama. Anggaran infrastruktur kita terus meningkat dari tahun ke tahun. Tapi perlu dicatat, persoalan ini sudah terjadi selama puluhan tahun. Tidak bisa persoalan yang telah terjadi berpuluh-puluh tahun diselesaikan dalam satu dua hari. Insya Allah dalam lima tahun ini, infrastruktur kita apakah itu jalan, drainase atau trotoar akan kita perbaiki semua," ucapnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga menyinggung mengenai komitmennya terhadap kesejahteraan para pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu.

"Saya juga pernah berjanji pada tahun keempat kesejahteraan honorer kita juga akan kita perbaiki. Tapi hari ini pun belum cukup. Dengan kenaikan harga kebutuhan hidup yang bombastis ini Rp 1 juta ke atas masih belum cukup. Tahun kelima, kesejahteraan semua pegawai akan kita tingkatkan. Dari mana? Efisiensi penggunaan anggaran. Kita sudah hitung secara cermat, tidak dengan menzalimi orang. Misal Samisake. Saat dia tertunda karena adanya nasehat hukum, maka uangnya kita berikan untuk kesejahteraan pegawai," ungkapnya.

"Begitu juga dengan uang makan. Katanya, tolong balikkan ke lima hari kerja kalau tidak bisa kasih uang makan. Bukan tidak bisa kasih uang makan, tapi kita lihat kebutuhan kita yang lain. Kalau kita kasih uang makan, nanti hanya PNS yang menikmati. Tapi anggaran itu kita prioritaskan kepada jalan. Kalau kita bangun jalan, ya PNS menikmati, ya tukang kebun, ya tukang ojek, ya ibu hamil, semua bisa menikmati jalan kalau dia mulus," urainya.

Helmi juga mengomentari perihal pasar, pekerja seks komersil (PSK) serta beras untuk rakyat miskin

"Pasar juga. Misalnya Pasar Barukoto atas. Itu perlu kita perbaiki. Pasar ini tidak bisa langsung. Perlu dukungan dari banyak pihak. Soal PSK-PSK, tidak bisa langsung dengan represif. Perlu diajak kepolisian dan ulama. Beras raskin kita tidak bisa mencukupi. Pernah di satu RT, harusnya beras itu hanya untuk satu orang, tapi dipecah kepada empat orang. Karena tidak cukup. Kalau bahasa saya kemiskinan ini sudah sampai tenggorokan. Anggarannya sudah kita buatkan. Tidak besar. Tapi setidaknya pemerintah sedikit membantu kebutuhan pokok hidup rakyat," demikian Helmi. [RN]