Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

2016, Belum Ada Virus Zika di Indonesia

brazil-faces-new-health-epidemic-as-mosquito-borne-zika-virus-spreads-rapidly-7a664ff4e4a3e6f4d989bca0dadc0720JAKARTA, PB - Kementrian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan sepanjang tahun 2016 ini belum ada virus zika di Indonesia. Selain itu, Kemenkes juga mengklarifikasi jika rumor kematian Inka Wardhana akibat virus Zika tersebut tidaklah benar.

"Bahwa Kementerian Kesehatan mengonfirmasi penyebab kematiannya bukan virus Zika," Kepala Biro Komunikasi & Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Oscar Primad, dalam pesan viralnya, dikutip Minggu (31/1/2016).

Dia melanjutkan, saat ini pemeriksaan virus Zika hanya bisa dilakukan di laboratiorium tertentu. Diantaranya Balitbangkes Kemenkes dan Lembaga Biomolekuler Eijkman.

"Sepanjang tahun 2016 tidak ada laporan hasil konfirmasi virus Zika dari kedua lab tersebut," jelasnya.

Namun demikian, ia mengimbau agar masyarakat dapat turut aktif melakukan pencegahan kemungkinan tertularnya virus Zika. Caranya adalah dengan menghindari gigitan nyamuk Aides Agyptes, khususnya pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M.

"Juga ikut melakukan pengawasan jentik nyamuk dan meningkatkan daya tahun tubuh melalui perilaku hidup bersih dan sehat," pungkasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait adanya temuan Peneliti Emerging Virus Research Unit Lembaga Eijkman yang menyebutkan adanya virus Zika di Jambi, pihak Kemenkes belum memberikan jawabannya.

Lembaga Biologi Molekuler Eijkman itu untuk pertama kali menemukan adanya dugaan virus Zika yang menyebar di Jambi pada Desember 2014-April 2015. Deputi Direktur Eijkman Herawati Sudoyo mengaku telah memeriksa 103 sampel darah pasien yang diduga kena dengue.

Temuan ini juga telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada September 2015. Meski demikian, belum ada tanggapan pasti dari pihak Kementerian terkait dengan temuan tersebut.

Diketahui, virus Zika yang menyebar di Brasil tersebut telah membahayakan kesehatan ibu hambil dan menyebabkan kelainan janin di negara samba tersebut. Bayi yang lahir akan mengalami mikrosefalus atau kelainan otak dengan ukuran kepala lebih kecil daripada ukuran rata-rata. [GP/RPHS]