Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Pemerintah Kota Dinilai Lebih Peduli Tabot

BENGKULU, PB - Keluarga Kerukunan Tabot (KKT) Bencoolen meminta agar penyelenggaraan Festival Tabot yang digelar rutin setiap tahun tidak dianaktirikan. Salah satu indikasi penganaktirian ini dapat dilihat dari penempatan pos anggaran tabot dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Demikian diungkapkan oleh Sekretaris Umum KKT Bencoolen Heryandi Amin.

"Kami kecewa juga dengan Pemda Provinsi. Setiap tahun tabot seakan dianaktirikan oleh mereka. Buktinya, Pemda Provinsi selalu memasukan anggaran tabot dalam APBD Perubahan. Seharusnya masuk dalam APBD tahunan," kata Heryandi, Senin (12/10).

Menurutnya, seharusnya Pemda Provinsi dapat mengikuti kebiasaan Pemerintah Kota yang selalu memasukan pagu anggaran tabot dalam APBD tahunan. Dengan demikian, penyelenggaraan festival yang telah diusulkan untuk menjadi salah satu warisan dunia tersebut dapat diselenggarakan dengan maksimal.

"Kalau anggaran yang ada di Pemda Provinsi selalu saja dibayarkan setelah tabot selesai. Padahal tabot ini hajatan besar bagi masyarakat Provinsi Bengkulu. Kalau memang Pemda Provinsi peduli dengan kebudayaan kita, seharusnya alokasinya di awal anggaran, seperti Pemerintah Kota. Jadi kita tidak selalu harus berhutang dulu untuk menyelenggarakan setiap acara penting dalam pelaksanaan tabot," ungkapnya.

Ia pun mengkritik sikap petinggi Pemda Provinsi yang hingga saat ini belum merealisasikan pengadaan kendaraan dinas untuk menunjang mobilitas KKT Bencoolen. Ia berharap, hal yang sama tidak dilakukan oleh kandidat kepala daerah yang saat ini tengah dihelat.

"Kedepan tidak perlu lagi memberikan janji yang muluk-muluk kalau tidak pernah bisa merealisasikannya. Tabot adalah budaya kita bersama yang sudah seharusnya mendapatkan tempat yang istimewa bagi pemerintahan. Bayangkan, tradisi Lompat Batu di Nias saja bisa masuk dalam mata uang, masak tabot yang tiap tahun disaksikan beratus-ratus ribu orang tidak bisa. Siapapun kepala daerah yang terpilih kedepan wajib mendukung budaya tabot ini," demikian Heryandi.

Festival Tabot 2015 akan diselenggarakan selama sepuluh hari sejak 13 Oktober 2015. Berbagai rangkaian ritual yang akan diselenggarakan sepanjang sepuluh hari tersebut seperti pengambilan tanah, arakan tabot, tabot besanding dan tabot tebuang.

Selain lomba, Festival Tabot juga akan dimeriahkan dengan adanya telong-telong dan kegiatan pasar rakyat yang tempatnya dikonsentrasikan di depan Lapangan Merdeka Bengkulu.

Sebagai bentuk peringatan tahun baru Islam, Festival Tabot juga diselenggarakan untuk memperingati kisah kepahlawanan dua cucu Nabi Muhammad SAW dalam peperangan di Padang Kerbala. Berdasarkan keterangan dari KKT Bencoolen, budaya ini dibawa ke Bengkulu oleh seorang syekh bernama Burhanuddin pada tahun 1685. [Rudi Nurdiansyah]