Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Tanpa Sekat, Disaat Bupati Azhari Berbaur Langsung Bersama Masyarakat



Tanpa Sekat, Disaat Bupati Azhari Berbaur Langsung Bersama Masyarakat/spy

PedomanBengkulu.com, Lebong - Suasana kehangatan dan keakraban terpancar jelas dalam aktifitas Bupati Lebong, H. Azhari SH MH, ditengah-tengah warga masyarakat. Kali ini, orang nomor satu di Kabupaten Lebong tersebut terpantau memilih tidak ada sekat, dengan selalu ingin berbaur langsung dengan rakyatnya, dengan menyampingkan protokoler yang kaku saat acara kedinasan.

Salah satunya tertangkap momen, disaat Bupati Azhari bersilaturahmi santai diantara sejumlah pria dan wanita yang mengenakan pakaian kasual, mulai dari kaos oblong hingga kemeja harian, menjadi saksi bisu betapa dekatnya sang Bupati dengan masyarakat. Disela menghadiri acara syukuran dirumah Sekretaris Daerah Kabupaten Lebong Dr H Syarifudin S.Sos M.Si di Desa Ujung Tanjung III Kecamatan Lebong Sakti, Kamis (15/10/2026) siang.

Tidak ada jarak yang memisahkan antara pemimpin dan masyarakat. Bupati Azhari tampak larut dalam suasana, tersenyum lebar, dan memberikan isyarat jempol bersama warga. Gestur sederhana ini menyiratkan pesan kuat bahwa Azhari adalah bagian dari masyarakat, bukan sosok yang berjarak dengan masyarakat.

Bagi masyarakat Lebong, kehadiran Bupati Azhari yang mau "turun ke bawah" seperti ini memberikan kesan positif yang mendalam. Mereka merasa dihargai dan didengar. Pendekatan blusukan dan duduk bersama di beranda rumah atau di bawah pohon seperti ini, dinilai sebagai cara paling efektif untuk menyerap aspirasi nyata dari lapangan.

"Rasanya seperti bertemu saudara sendiri atau tetangga dekat. Tidak ada rasa segan atau takut untuk berbicara," demikian kesan Afri, salah satu warga Desa Ujung Tanjung III Kecamatan Lebong Sakti, yang merasakan langsung saat berinteraksi dengan Bupati Azhari.

Kedekatan emosional yang terus dibangun H. Azhari SH MH ini, diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam memajukan Kabupaten Lebong. Dengan menghilangkan sekat-sekat formalitas, pembangunan diharapkan dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di akar rumput.

"Saya harus bisa menempatkan diri ketika bertemu masyarakat, kalau ada sekat pastinya kita tidak bisa mendengarkan, apa yang sebenarnya diinginkan masyarakat," ucap Azhari.

Dikatakan Azhari, jika berada dilingkungan pemerintahan maupun acara seremonial, dipastikan ada protokolernya. Namun ketika bertemu dengan masyarakat, lanjutnya, seluruh protokoler tersebut harus dilepaskan, karena akan membuat jarak yang cukup jauh antara pemerintah dengan masyarakat.

"Pastinya akan beda sikap dan perilaku yang harus kita tunjukkan. Karena bersama masyarakat, berbeda ketika ketemu pegawai yang rentan kaku dengan protokoler," singkatnya.[spy]